Rabu, 20 Mei 2026

Rahasia Penggemukan Limosin di Babel

19 Bulan Jadi Rp110 Juta, Peternak Sapi Limosin Raup Untung Berlipat

Bisnis beternak sapi limosin memberikan keuntungan menggiurkan, dalam waktu 19 bulan harga seekor sapi berbobot besar ini dihargai Rp 110 juta.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Notebook LM/Sigit
Grafis rahasia budi daya sapi limosin. Bisnis beternak sapi limosin memberikan keuntungan menggiurkan, dalam waktu 19 bulan harga seekor sapi berbobot besar ini dihargai Rp 110 juta. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Raungan berat memecah suasana pagi di sebuah kandang sederhana di Desa Mislak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.

Suara itu keluar dari mulut seekor sapi limosin berwarna coklat gelap bernama Boy, saat dua orang peternak berusaha menggiringnya keluar kandang.

Tubuhnya besar, tegap, dengan lapisan otot yang menonjol di balik kulit mengilap.

Baca juga: Deretan Sapi Kurban Presiden Prabowo 2026, Nama ,Harga, dari Si Boy, Sontrot hingga Sambo

Setiap langkahnya terasa berat menghentak tanah kandang. Bobotnya nyaris satu ton.

Di kandang milik Hendri itu, Boy bukan sapi biasa.

Boy adalah “sapi Presiden”, hewan kurban yang dibeli Presiden Republik Indonesia untuk disembelih pada Hari Raya Idul Adha 2026 di Kabupaten Bangka Barat.

SAPI KURBAN PRESIDEN — Si Boy, nama sapi kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto untuk Kabupaten Bangka Barat yang berasal dari peternakan milik Hendri, peternak asal Desa Mislak, Kecamatan Jebus, Jumat (15/5/2026).
SAPI KURBAN PRESIDEN — Si Boy, nama sapi kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto untuk Kabupaten Bangka Barat yang berasal dari peternakan milik Hendri, peternak asal Desa Mislak, Kecamatan Jebus, Jumat (15/5/2026). (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

“Beratnya sekarang ini kalau 980 kilogram udah positif. Kemarin itu kan waktu terakhir ditimbang udah sebulan lalu,” kata Hendri saat ditemui Bangkapos.com, Selasa (19/5/2026).

Boy dibeli Hendri dari Lampung sekitar 19 bulan lalu. Kala itu bobotnya baru sekitar 480 kilogram dengan harga Rp27 juta.

Kini, sapi limosin tersebut ditebus pemerintah seharga Rp110 juta. 

Kenaikan harga fantastis itu bukan tanpa alasan.

Boy dirawat dengan pola khusus yang berbeda dari sapi biasa.

Tiga Kali Makan

Dalam sehari, Boy diberi makan tiga kali yakni pagi, siang, dan malam.

Pakan yang masuk ke tubuhnya bukan sekadar rumput hijau.

Hendri mencampurkan konsentrat, bungkil kedelai, mahong atau dedak gandum, kulit ubi, hingga onggok ampas tahu.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved