Rabu, 20 Mei 2026

Berita Bangka Barat

Kisah Ramzi Rawat Wisma Ranggam, Jaga Jejak Pengasingan Bung Karno di Mentok

Ramzi telah puluhan tahun merawat Wisma Ranggam di Mentok, Bangka Barat, sejak bangunan bersejarah itu masih terbengkalai. ...

Tayang:
(Bangkapos/Arya Bima Mahendra)/Arya Bima Mahendra
JURU PELIHARA - Ramzi (33 tahun), sang Juru Pelihara Wisma Ranggam atau Pasanggrahan BTM di Mentok, Bangka Barat, Rabu (20/5/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dengan tutur bahasa yang lugas, Ramzi tampak lancar menjelaskan setiap sudut ruangan hingga benda-benda bersejarah di Pasanggrahan Banka Tin Winning atau yang lebih dikenal sebagai Wisma Ranggam.

Penjelasannya terdengar layaknya seorang ahli sejarah. Meski tak punya gelar-gelar tersebut, pengetahuan Ramzi soal sejarah pengasingan Soekarno atau Bung Karno, Presiden Pertama Indonesia dan sejumlah tokoh nasional lainnya di Mentok tak bisa diremehkan.

Hal itu bukan tanpa alasan. Pria berumur 33 tahun itu merupakan Juru Pelihara di tempat bersejarah tersebut. Bukan setahun dua tahun, dirinya sudah dekat dengan sejarah sejak masih kecil, bahkan ketika Wisma Ranggam masih jadi bangunan terbengkalai.

Tepatnya pada tahun 2001, saat itu Ramzi masih berumur 8-9 tahun. Mulanya, sang Ayah lah yang terlebih dahulu bertugas menjaga dan merawat Wisma Ranggam tersebut.

“Saat itu belum ada Kabupaten Bangka Barat, jadi Ayah diminta Camat Mentok untuk menjaga dan merawat Wisma Ranggam,” kata Ramzi saat diwawancarai Bangkapos.com, Rabu (20/5/2026).

Sejak itulah, dia dan keluarga tinggal di bangunan rumah tua sederhana di belakang Wisma Ranggam hingga sekarang.

Dia menceritakan, di tahun 2001 tersebut, kondisi Wisma Ranggam bagaikan bangunan berhantu. Kondisinya terbengkai, rumput-rumput ilalang menjulang tinggi.

“Kalau dulu, kata orang ini tuh tempat jin buang anak. Tempat orang-orang enggak karuan lah, mabuk-mabukan, tempat orang-orang mesum,” jelasnya.

Kemudian, sang Ayah diminta menjaga tempat tersebut dan diberi upah oleh Pemerintah Setempat. Mulai dari mengepel, membersihkan bangunan, hingga memotong rumput-rumput dilakukan oleh keluarga.

Tahun berganti tahun pun berlalu, berbagai dinamika dan rintangan dalam merawat tempat bersejarah itu banyak dialami Ramzi dan keluarga.

Termasuk menyaksikan masa-masa kebangkitan Wisma Ranggam ketika mulai diperhatikan oleh Megawati Soekarnoputri, sang Putri Bung Karno.

Dari sanalah kemudian Wisma Ranggam mulai direnovasi dan dibangun perlahan. Berbagai furniture, lukisan, buku-buku dan aset-aset bernilai sejarah pun mulai ditempatkan pada tahun-tahun berikutnya.

Ramzi sendiri mulai menjadi Juru Pelihara Wisma Ranggam pada tahun 2017, menggantikan sang Ayah yanh meninggal dunia.

Saat itu, dirinya sebenarnya sudah punya pekerjaan lain. Namun, sebelum sang Ayah meninggal, Ramzi dan saudara-saudaranya diberi pesan untuk menjaga dan merawat Wisma Ranggam.

“Saya teringat pesan Ayah, katanya kalau bisa harus keluarga-keluarga kami lah yang merawat tempat ini,” ungkapnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved