Berita Bangka Selatan
Kenaikan Harga Beras dan Sapi, Pemkab Basel Waspadai Lonjakan Pangan di Tengah Melemahnya Rupiah
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Rusaidah
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok akibat pengaruh ekonomi nasional dan global.
Sejumlah faktor seperti pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan biaya distribusi, hingga gejolak harga komoditas dunia dinilai berpotensi memicu kenaikan harga pangan di daerah.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pun diminta menyiapkan langkah strategis agar dampak inflasi tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda bilang, pemerintah daerah mulai memetakan sejumlah komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat.
Baca juga: Pemkab Basel Desak Kades Aktif Inventarisasi Aset Desa, Konflik Luas Lahan yang Terus Berkurang
Tren kenaikan harga di beberapa daerah sudah mulai terlihat, terutama pada komoditas beras dan daging sapi.
Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya biaya produksi dan distribusi akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Saat ini kami mulai mengantisipasi terjadinya lonjakan harga yang terjadi secara nasional maupun global,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, TPID Bangka Selatan melihat adanya potensi kenaikan harga beras yang dipicu berbagai faktor eksternal.
Selain biaya distribusi yang meningkat akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi, lonjakan harga plastik kemasan ikut mempengaruhi biaya produksi pangan akibat gejolak geopolitik.
Di sisi lain, harga gabah di tingkat petani turut mengalami kenaikan sehingga berdampak pada harga jual beras di pasaran.
Beberapa daerah di Indonesia bahkan sudah mengalami kenaikan harga beras meski stok pangan masih tersedia cukup banyak.
Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi daya beli masyarakat yang mulai melemah sehingga memicu ketidakseimbangan pasar.
Basel Daerah Penghasil Beras
Meski demikian, Bangka Selatan dinilai masih memiliki keuntungan karena menjadi daerah penghasil beras di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Baca juga: Pertama Masa Jabatan 5 Tahun, 710 RT dan 228 RW se-Pangkalpinang Dilantik, Terdepan Layani Warga
Saat ini harga beras premium masih berada pada harga Rp77 ribu per lima kilogram dan beras medium Rp72 ribu per lima kilogram.
“Beruntungnya Kabupaten Bangka Selatan adalah produsen beras, Insya Allah masih bisa dijaga,” jelas Hefi Nuranda.
Kenaikan Harga Daging Sapi
Selain beras lanjut dia, pemerintah daerah juga mewaspadai potensi kenaikan harga daging sapi dalam beberapa bulan ke depan.
Kenaikan harga sapi secara global dan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat harga sapi impor dari Australia ikut terdorong naik.
Dampaknya diperkirakan akan dirasakan hampir di seluruh daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bangka Selatan.
Saat ini harga daging sapi berkisar Rp150 ribu per kilogram, tetelan Rp140 ribu per kilogram dan lamur Rp80 ribu per kilogram.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah daerah mulai mengoptimalkan potensi peternak dan produsen lokal.
Baca juga: Awal Mula Pria Palsukan Audit Akuntan Publik di Babel, Ditunjuk AK Law Firm, Tak Berlisensi Auditor
Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan telah diminta turun langsung ke lapangan guna memastikan kesiapan produksi pangan dan peternakan daerah.
Langkah itu dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meski terjadi gejolak harga secara nasional maupun global.
“Kita akan optimalkan peternak-peternak lokal kita untuk mengantisipasi lonjakan harga daging sapi,” sebut Sekda.
Kata Hefi Nuranda, pemerintah daerah terus memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah komoditas strategis yang diperkirakan mengalami kenaikan harga.
Pengawasan distribusi dan pemantauan stok pangan juga diperketat agar pasokan tetap tersedia di pasaran.
Berdasarkan neraca pangan daerah, stok kebutuhan pokok di Bangka Selatan masih dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan mendatang.
“Insya Allah kebutuhan pokok masyarakat aman, dari neraca pangan stok pangan kita juga aman sampai dua bulan ke depan,” pungkas Hefi Nuranda.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Pemkab Basel Desak Kades Aktif Inventarisasi Aset Desa, Konflik Luas Lahan yang Terus Berkurang |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Pastikan Kebutuhan 12 Bahan Pokok Aman hingga Dua Bulan |
|
|---|
| Pemkab Basel Fasilitasi Penyelesaian Klaim Lahan Gapoktan dengan PT FAL |
|
|---|
| Anshori Diganjar Penghargaan Khusus Bidang Satlinmas, Pemerintah Basel Kembali Toreskan Prestasi |
|
|---|
| Gedung Sementara PN Bangka Selatan Dinilai Layak, Kejari Pastikan Siap Operasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260521-BAHAN-POKOK.jpg)