Senin, 8 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Rosman Djohan Ayah Mantan Gubernur Erzaldi Berpulang di Usia 89 Tahun, Sempat Dirawat 10 Hari di RS

Mantan Wali Kota Pangkalpinang Rosman Djohan wafat di usia 89 tahun setelah dirawat 10 hari akibat penurunan fungsi organ.

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Dok istimewa
H. Rosman Djohan bin Djohan Yacoub meninggal dunia pada Sabtu (23/5/2026). Sosok ayah mantan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan ini memiliki rekam jejak panjang di dunia birokrasi dan politik, mulai dari Wali Kota Pangkalpinang hingga anggota DPD RI. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA TENGAH – Lantunan Surat Yasin terdengar merdu di kediaman duka Rosman Djohan Institute (RDI) Pangkalan Baru, Bangka Tengah, pada Minggu (24/5/2026) siang. Hujan yang baru saja reda seakan menambah suasana haru di rumah duka.

Sejumlah pelayat datang silih berganti membacakan surat Yasin sembari menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga almarhum Rosman Djohan.

Dari anak, menantu, hingga cucu almarhum terlihat hadir menyambut kedatangan para pelayat.

Tak hanya keluarga dekat dan kerabat, sejumlah tokoh, kolega, hingga anggota dewan dari tingkat kabupaten/kota dan provinsi turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang meninggal dunia di usia 89 tahun.

Sejumlah figur pejabat publik dan kepala daerah juga terlihat melayat, di antaranya Prof. Udin (Wali Kota Pangkalpinang), Feri Insani (Bupati Bangka), hingga Algafry (Bupati Bangka Tengah).

Herry Erfian, kakak kandung mantan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung periode 2017-2022, Erzaldi Rosman, tampak mengenakan baju dan kopiah hitam. Ia menyalami satu per satu pelayat yang datang. Di dekatnya, sang adik, Erzaldi, terlihat duduk bersila dengan khusyuk di depan jenazah ayahnya.

Kenangan Sang Anak: Ayah Adalah Mentor Terbaik

Bagi keluarga, Rosman Djohan merupakan sosok yang spesial dan sangat lengkap dalam mengajarkan ilmu kehidupan serta menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak-anaknya sejak kecil hingga mereka berhasil di dunia sosial dan politik.

"Bagi kami ayahanda kami, bukan hanya sekadar orangtua, ayah adalah teman kami, ayah adalah guru kami, ayah adalah mentor kami," kata Herry kepada Bangkapos.com, Minggu (24/5/2026).

Herry menambahkan bahwa sang ayah selalu mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya secara langsung, bahkan di tengah kesibukannya sebagai tokoh publik.

"Semua pengalaman-pengalaman kami, baik dari sekolah, ayah kembali mengajar kami di rumah. Dalam mengaji pun ayah yang mengajarkan kami mengaji, dalam kehidupan sosial politik, ayah juga menjadi guru kami," katanya.

"Jadi bagi kami, ayah adalah orangtua yang luar biasa. Yang patut kami syukuri sebagai anak, membunyai ayah kami Rosman Djohan," lanjutnya.

Kronologi Wafatnya Almarhum: Alami Penurunan Fungsi Organ

Mantan Wakil Bupati Bangka Tengah ini menceritakan bahwa ayahnya wafat akibat penurunan fungsi organ secara alami karena faktor usia. Sebelum menghembuskan napas terakhir, almarhum sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama 10 hari.

"Beliau diumur yang 89 tahun, patut kami syukuri, karena sampai umur segitu pun sebenarnya almarhum kemarin dalam kondisi sehat walafiat. Cuman memang beliu rutin ke dokter, untuk konsul periksa kesehatan dan memang diumur seperti itu, ada penurunan fungsi organ dari orang tua kami," katanya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved