Harga Sawit di Babel Anjlok, DPRD Curiga Ada Pihak yang Ambil Keuntungan
Harga sawit di Babel anjlok tiba-tiba. DPRD curiga ada pihak ambil keuntungan sepihak dan minta tim gabungan usut ke pabrik.
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Ringkasan Berita:
- DPRD Babel curiga anjloknya harga TBS sawit dimanfaatkan pihak tertentu pasca-wacana ekspor satu pintu BUMN.
- Wakil Ketua DPRD Babel, Eddy Iskandar, meminta pemerintah membentuk tim gabungan dengan APH.
- Sementara Kadistan Babel, Kurniawan, menyebut penurunan dipicu rendahnya harga CPO.
BANGKAPOS.COM, BANGKA — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eddy Iskandar, menyoroti secara tajam anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Bangka Belitung (Babel).
Ia menilai penurunan harga yang terjadi secara tiba-tiba ini sangat berpotensi dimanfaatkan oleh sejumlah pihak tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan sepihak, terutama setelah munculnya wacana kebijakan ekspor sawit melalui satu pintu BUMN.
Sorotan DPRD Babel Soal Isu Ekspor Satu Pintu
Eddy Iskandar mempertanyakan alasan di balik penurunan harga TBS yang terjadi secara mendadak. Menurutnya, aturan baru mengenai ekspor satu pintu belum resmi berlaku dalam waktu dekat.
“Terjadi seketika, kami melihat persoalannya apa yang menjadi aturan baru. Karena aturan ekspor satu pintu itu kan baru dilaksanakan per 1 Januari 2027,” kata Eddy Iskandar kepada Bangkapos.com, Selasa (26/5/2026) di Kantor DPRD Babel.
Politisi Partai Golkar ini menambahkan bahwa saat ini proses perdagangan sawit sebenarnya masih berjalan normal seperti biasa. Karena itu, pihak kementerian terkait telah meminta dinas di daerah untuk berkoordinasi langsung dengan pihak pabrik-pabrik guna melakukan mitigasi serta pengecekan di lapangan.
"Karena mengatakan tangki penuh atau tidak, harus dilihat. Sehingga tidak menerima buah dari masyarakat. Jangan sampai pabrik mengambil keuntungan di dalam kondisi saat terjadinya perubahan ini," kata Eddy.
Eddy menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh kalah oleh segelintir pihak yang ingin mencari keuntungan sesaat di tengah ketidakpastian situasi ini.
"Pemerintah tentu tidak boleh kalah, dari segelintir orang yang ingin mengambil keuntungan sesaat seperti itu. Harus diutamakan kepentingan lebih besar ekonomi masyarakat dan daerah. Pemerintah daerah segera bentuk tim gabungan melibatkan APH, melihat kondisi ini, harga yang telah disepakati harus dijalankan," tutupnya.
Baca juga: Harga Sawit di Babel Anjlok Rp1750/Kg, Petani Ogah Petik Buahnya karena Terlalu Murah
Penjelasan Dinas Pertanian Babel Terkait Faktor Pasar
Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, memberikan penjelasan teknis dari sisi regulasi pasar. Menurutnya, penurunan harga TBS kelapa sawit saat ini dipengaruhi oleh rendahnya harga crude palm oil (CPO) dan kernel pada periode 17–31 Mei 2026.
Perkembangan harga TBS terbaru direncanakan bakal kembali dihitung pada penetapan berkala tanggal 8 Juni 2026 mendatang dengan mempertimbangkan kondisi harga pasar global.
"Harga TBS turun memang disebabkan harga CPO dan kernel rendah, informasi dari pabrik, kata pengusahanya seperti itu. Tentu kita harapkan harga sebaik mungkin," kata Kurniawan.
Mekanisme Penetapan Harga Resmi
| DPRD Babel Soroti Anjloknya Harga Sawit, Pemerintah Diminta Bentuk Tim Gabungan |
|
|---|
| Harga Sawit Anjlok hingga Rp1.800 per Kg, Pemkab Basel Pastikan Hak Rakyat yang Harus Diperjuangkan |
|
|---|
| Harga Sawit Jatuh Gegara Ekspor Lewat BUMN, DPRD Bateng Minta Pemda Perketat Pengawasan Harga Sawit |
|
|---|
| Pengepul Ikut Kena Imbas Harga Sawit Anjlok, Berharap Harga Segera Naik dan Stabil |
|
|---|
| Dilema Petani Sawit Bangka, Harga Jual TBS Anjlok Harga Pupuk Melambung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Maulana-Petani-Sawit-di-Kabupaten-Bangka.jpg)