Berita Pangkalpinang
Apkasindo Babel Minta Harga TBS Kembali Normal dan Pengawasan Terhadap Praktik Curang Timbangan
Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Babel meminta harga TBS kelapa sawit di pabrik kelapa sawit (PKS) maupun petani kembali nornal
Penulis: Riki Pratama | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Plt Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Babel, Jamaludin meminta harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) maupun petani kembali normal.
Dia menegaskan pada 29 Mei 2026 lalu, harga Crude Palm Oil (CPO) di Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) sudah menunjukkan penawaran Excld PPN, Franco Belawan dan Dumai Rp 14.896/Kg.
"Jadi sebenarnya tidak ada alasan bagi pihak PKS untuk membeli TBS dengan harga yang tidak normal atau di bawah standar kelayakan," kata Jamaluddin kepada wartawan, Selasa (2/6/2026) di kantor DPRD Babel.
Selain masalah harga TBS kelapa sawit, dalam rapat tersebut para petani juga menyampaikan aspirasi terkait adanya dugaan permainan timbangan di tingkat pabrik.
Terkat persoalan itu, Apkasindo Babel meminta Dinas Pertanian proaktif turun ke lapangan melakukan pengawasan ketat.
"Kami meminta Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung untuk menindak tegas PKS-PKS yang belum membeli sawit sesuai standar ininya, termasuk mengawasi praktik kecurangan timbangan," harapanya.
Ia menjelaskan, harga crude palm oil (CPO) per 29 Mei 2026 telah kembali membaik setelah sebelumnya sempat mengalami ketidakpastian.
Karena kondisi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan bagi perusahaan kelapa sawit untuk meningkatkan harga pembelian TBS dari petani.
"Sebelumnya setelah pidato Pak Presiden tidak ada penawaran. Kepada PKS, kita harapan harga hari ini di Pulau Bangka, tertinggi 2.650 per kg, Bangka Selatan Rp 2.400 per kg, Belitung Timur masih stabil 3.200-3.120 per kg. Harapan kita sekitar Rp 3.000-an lah dan di PKS Rp 3.200 per kg," harapnya.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya menjelaskan berdasarkan acuan pada hasil kesimpulan rapat di Kementerian Pertanian yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertanian pada Jumat 29 Mei 2026.
Berdasarkan regulasi tersebut, kepala daerah diminta untuk mengawal implementasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 13 tahun 2024.
"DPRD meminta dengan tegas agar pabrik-pabrik PKS mengembalikan harga beli sawit sesuai hasil kesepakatan rapat bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan pada 7 Mei 2026 lalu di kantor Gubernur Babel," kata Didit.
Dikatakannya, pola fluktuasi harga dinilai merugikan para petani lokal di Bangka Belitung. Sehingga skema penurunan harga terjadi sangat drastis, sedangkan tren kenaikannya berjalan sangat lambat.
"Harga sawit ini turunnya seperti air hujan, langsung drastis merosot Rp 1.000 hingga Rp1.200. Tapi giliran naik seperti siput berjalan, hanya Rp150 sampai Rp 200. Saat ini rata-rata dibeli Rp 2.100 per kilogram, padahal dengan kondisi harga pupuk yang tinggi sekarang, harga ideal agar petani bisa bernapas adalah Rp 2.700 per kilogram,"harapnya.
Politisi PDI Perjuangan ini, mengingatkan bahwa anjloknya komoditas kelapa sawit bakal berdampak pada ekonomi masyarakat.
"Apabila harga sawit anjlok, dampaknya kompleks. Daya beli masyarakat menurun, UMKM melemah, pasar menjadi sepi bahkan potensi angka kriminalitas bisa meningkat," terangnya.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)
| IKM Bangka Belitung Laporkan Abu Janda ke Polda Babel Terkait Konten di Media Sosial |
|
|---|
| Lapas Pangkalpinang Jadikan Lahan Pesantren Manba'ul Ulum sebagai Kawasan Agro Culture |
|
|---|
| Wali Kota Pangkalpinang Saparudin Tegaskan Tak Ada Titip-Menitip dalam SPMB 2026 |
|
|---|
| SPMB SD di Pangkalpinang Dimulai Hari Ini, Dindikbud Siapkan Posko Pengaduan |
|
|---|
| Kabur Saat Digerebek, Pengedar Sabu di Pangkalpinang Ditangkap dengan Barang Bukti 19,62 Gram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260506-Jamaludin.jpg)