Kamis, 4 Juni 2026

Berita Bangka

SMPN 6 Sungailiat Gelar Ujian Sumatif Berbasis Digital Lewat Google Form

Para siswa SMPN 6 Sungailiat, sedang fokus mengerjakan soal-soal ujian akhir semester dengan menggunakan handphone

Tayang:
Penulis: Adi Saputra | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangkapos.com/Adi Saputra
UJIAN -- Siswa SMPN 6 Sungailiat saat melaksanakan ujian akhir semester dengan menggunakan handphone, Rabu (3/6/2026) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ruang kelas tampak tenang dan kondusif, para siswa sedang fokus menatap layar gadget atau ponsel genggam masing-masing di meja mereka, Rabu (3/6/2026) siang.

Seluruh siswa duduk rapi di bangku masing-masing menghadap kedepan, posisi tubuh mereka yang agak membungkuk menunjukkan konsentrasi penuh pada soal-soal digital yang sedang dikerjakan.

Di bagian depan kelas, terdapat seorang guru perempuan berhijab yang duduk di meja guru. Ia tampak sedang mengawasi jalannya ujian agar berlangsung dengan tertib dan jujur.

Di dinding depan kelas terpasang sebuah papan tulis putih, berukuran besar yang saat itu bersih tanpa tulisan.

Setiap siswa mendapatkan fasilitas satu meja dan satu kursi belajar berbahan kayu dengan rangka besi yang seragam.

Para siswa SMPN 6 Sungailiat, sedang fokus mengerjakan soal-soal ujian akhir semester dengan menggunakan handphone.

​Waka Kesiswaan SMPN 6 Sungailiat, Ghulam Zaky, mengungkapkan bahwa peralihan dari metode ujian kertas ke sistem online ini membawa banyak dampak positif, baik bagi efisiensi sekolah maupun proses belajar-mengajar.

​Menurut Ghulam Zaky, penggunaan media digital lewat Google Form dinilai jauh lebih praktis dan ramah lingkungan jika dibandingkan dengan ujian berbasis kertas.

​"Menggunakan gadget ini yang pertama lebih efisien dalam penilaian dan pengerjaan, terus lebih hemat dana juga bagi kita. Karena kalau pakai fotokopi (kertas), kertas-kertas yang sudah digunakan itu sayang untuk dibuang," ungkap Ghulam.

​Ia menambahkan, melalui platform Google Form, proses pengerjaan oleh siswa menjadi lebih mudah. Guru juga tidak perlu lagi memeriksa lembar jawaban secara manual satu per satu.

Sistem secara otomatis akan mencatat jawaban benar atau salah, mengalkulasi poin nilai, dan langsung mengirimkan hasilnya ke email guru yang bersangkutan begitu siswa selesai menekan tombol kirim.

"Pihak sekolah hanya perlu menyediakan link ujian dan menginput soal-soal ke dalam sistem. Meskipun ujian dilakukan secara digital melalui gawai masing-masing," terangnya.

Ghulam menegaskanintegritas dan kejujuran siswa tetap menjadi prioritas utama, pihak sekolah menyiagakan pengawas di setiap ruangan untuk memantau aktivitas siswa agar tidak terjadi kecurangan atau saling mencontek.

"Kalau kendala, alhamdulillah (sekarang) tidak ada. Tapi kalau dulu, masalahnya di sinyal karena jaringan Wi-Fi kita terbatas. Sekarang, kita sudah memasang Wi-Fi di setiap kelas, jadi alhamdulillah lancar semua," ucapnya.

​Selain pengawasan fisik, sistem digital ini juga membantu guru memantau kejanggalan pengerjaan. Durasi waktu pengerjaan siswa, perolehan nilai, hingga sinkronisasi waktu pengiriman lembar jawaban dengan siswa di sekitarnya dapat dievaluasi langsung oleh guru mata pelajaran.

"Metode ini sudah mulai dirintis dan konsisten digunakan sejak tahun 2021 lalu, semua mata pelajaran pada pelaksanaan Ujian Sumatif kali ini, ujian diikuti oleh seluruh siswa," jelasnya.

(Bangkapos.com/Adi Saputra).

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved