Berita Bangka Selatan
Harga TBS Sawit di Basel Tembus Rp2.650 per Kilogram, Petani Panen Kabar Baik
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bangka Selatan kembali mengalami kenaikan pada Kamis (4/6/2026). Kenaikan...
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung kembali mengalami kenaikan pada Kamis, 4 Juni 2026. Kenaikan harga terjadi di hampir seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) yang menjadi tempat penjualan hasil panen petani dengan kisaran harga di tingkat petani mencapai Rp2.244 hingga Rp2.354 per kilogram. Tren kenaikan yang terus berlanjut selama beberapa hari terakhir dinilai menjadi angin segar bagi petani sawit di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, kenaikan harga TBS terjadi di lima PKS dengan besaran yang berbeda-beda. Kondisi pasar sawit saat ini masih menunjukkan tren positif sehingga harga jual di tingkat perusahaan ikut terdongkrak. Sebagian besar perusahaan mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan harga sehari sebelumnya.
“Per Kamis 4 Juni 2026 ada kenaikan harga TBS kelapa sawit di lima pabrik kelapa sawit,” kata Risvandika kepada Bangkapos.com.
Berdasarkan data yang telah dirilis kata Risvandika, harga beli tertinggi TBS pada hari ini tercatat di dua PKS, yakni PT Banka Agro Plantari (BAP) Bedengung dan PT Bhumi Palmindo Kencana (BPK) Payung. Menurut dia, kedua perusahaan tersebut sama-sama menetapkan harga Rp2.650 per kilogram setelah mengalami kenaikan sebesar Rp150 atau enam persen dibandingkan hari sebelumnya. Harga di kedua perusahaan itu naik dari Rp2.500 menjadi Rp2.650 per kilogram pada perdagangan hari ini.
Kondisi tersebut membuat petani yang menjual hasil panennya kedua perusahaan tersebut memperoleh harga jual tertinggi di Bangka Selatan. Kenaikan harga tersebut menunjukkan kondisi pasar sawit yang masih cukup baik di tingkat perusahaan. PT Mentari Sawit Makmur (MSM) Ranggas mencatat persentase kenaikan tertinggi yakni sebesar 6,07 persen atau naik Rp150 per kilogram. Harga TBS di perusahaan tersebut meningkat dari Rp2.470 menjadi Rp2.620 per kilogram.
“Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan pasar terhadap hasil produksi sawit dari wilayah dalam beberapa hari terakhir,” ujar Risvandika
Sementara itu, PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP) Simpang Rimba menetapkan harga TBS jenis Tenera sebesar Rp2.600 per kilogram setelah mengalami kenaikan empat persen atau bertambah Rp100. Untuk jenis Dura, perusahaan tersebut menetapkan harga Rp2.060 per kilogram. Meski berada di bawah dua PKS dengan harga tertinggi, kenaikan di PT BSSP tetap memberi dampak positif bagi pendapatan petani sawit di wilayah Simpang Rimba dan sekitarnya.
Di sisi lain, PT Tama Buana Jaya (TBJ) Jeriji menjadi satu-satunya PKS yang tidak mengalami perubahan harga pada perdagangan hari ini. Harga TBS di perusahaan tersebut tetap bertahan di angka Rp2.500 per kilogram atau stabil seperti hari sebelumnya. Meski tidak mengalami kenaikan, harga tersebut masih tergolong kompetitif dan tetap memberikan keuntungan bagi petani yang menjual hasil panennya ke perusahaan tersebut.
“Kenaikan harga ini diharapkan terus berdampak positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani sawit,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Jelang Pilkades Serentak Basel, Panitia Mulai Cetak Undangan dan Surat Suara |
|
|---|
| 23 Calon Kades Siap Bertarung di Basel, Simpang Rimba dan Delas Paling Sengit |
|
|---|
| Ngaku Cuma Minta Pijit Dini Hari, Pemuda di Basel Malah Berakhir di Sel Tahanan |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Tegaskan Tak Ada Sekolah Favorit, Masyarakat Diminta Pilih Terdekat |
|
|---|
| Baliho dan Videotron Pemkab Bangka Selatan Kini Bisa Disewa Umum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260602-TBS-SAWIT-Kondisi-TBS-kelapa-sawit-milik-pengepul-di-Kecamatan-Toboali.jpg)