Berita Pangkalpinang
192 Petugas dari BPS akan Mendatangi Warga Pangkalpinang Melakukan Sensus Ekonomi 2026
Ratusan petugas tersebut nantinya akan bertugas melakukan pendataan berbagai aktivitas usaha masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang menyiapkan sebanyak 192 petugas lapangan untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di wilayah Kota Pangkalpinang.
Ratusan petugas tersebut nantinya akan bertugas melakukan pendataan berbagai aktivitas usaha masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil, hingga menengah yang tersebar di seluruh wilayah kota.
Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, mengatakan para petugas memiliki peran penting dalam memastikan seluruh aktivitas ekonomi dapat tercatat secara lengkap dan akurat sebagai bahan dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Menurut Dewi, petugas lapangan akan mendata unit usaha atau establishment yang menjadi objek Sensus Ekonomi 2026. Pendataan dilakukan secara langsung dengan mendatangi pelaku usaha untuk mengumpulkan berbagai informasi terkait kegiatan usaha yang dijalankan.
"Petugas yang turun ke lapangan harus memiliki pemahaman yang sama mengenai konsep dan definisi pendataan, sehingga data yang diperoleh memiliki standar yang seragam sesuai ketentuan BPS," kata Dewi kepada Bangkapos.com, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan, sasaran pendataan mencakup seluruh pelaku usaha di Kota Pangkalpinang, mulai dari usaha berskala kecil hingga menengah.
Sementara untuk usaha besar, pendataan akan dilakukan secara khusus oleh petugas BPS menggunakan metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) setelah dilakukan koordinasi sebelumnya dengan perusahaan terkait.
Dewi mengakui proses pendataan di wilayah perkotaan memiliki tantangan tersendiri. Kesibukan pelaku usaha dan tingginya mobilitas masyarakat membuat petugas harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik saat melakukan pendekatan kepada responden.
Karena itu, petugas dituntut tetap profesional dan menjunjung etika selama menjalankan tugas, termasuk ketika menghadapi kemungkinan adanya penolakan saat pendataan berlangsung.
"Semua pelaku usaha menjadi target pendataan. Bisa saja saat didatangi, mereka sedang sibuk. Karena itu petugas harus memiliki mental kuat, etika yang baik, dan tetap profesional," ujarnya.
Sebagian besar petugas yang disiapkan berasal dari unsur masyarakat umum dan mahasiswa hasil kerja sama BPS Pangkalpinang dengan sejumlah perguruan tinggi. Mereka dijadwalkan bertugas selama kurang lebih dua setengah bulan.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS berharap dapat menghasilkan data yang komprehensif dan akurat guna memotret kondisi perekonomian daerah sekaligus menjadi dasar perencanaan kebijakan ekonomi ke depan.
Selain itu, BPS juga menekankan pentingnya menjaga integritas petugas, terutama dalam menjaga kerahasiaan data usaha masyarakat yang diperoleh selama proses pendataan.
"Integritas sangat penting karena petugas akan berhadapan dengan data usaha yang bersifat rahasia. Seluruh informasi wajib dijaga sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Dewi.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
| Tidak Ada Upaya Banding, Wagub Bangka Belitung Hellyana Tetap Jalani Hukuman 4 Bulan Penjara |
|
|---|
| Pastikan Pelaksanaan SPBM Berjalan Transparan, Disdik Babel Ajak Sejumlah Instansi Ikut Mengawasi |
|
|---|
| Kabel Grounding Kantor OJK Dicuri, Pelaku Berhasil Ditangkap Tim Buser Naga |
|
|---|
| Dokter Ratna Dituntut 4 Tahun 6 Bulan Penjara, Hangga akan Ajukan Nota Pembelaan |
|
|---|
| DP3AKB Pangkalpinang Catat 59 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Sepanjang 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260106-Kepala-BPS-Kota-Pangkalpinang-Dewi-Savitri.jpg)