Senin, 8 Juni 2026

Orang Hilang Misterius

Posisi Hilangnya Kamal Tak Diketahui Pasti, Pencarian Terkendala Semak Belukar yang Rapat

Meski telah melakukan pencarian sejak pagi, Kamis (4/6/2026), upaya yang dilakukan warga bersama tim SAR gabungan belum membuahkan hasil.

Tayang:
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
TUNGGU KABAR KAMAL — Warga berkumpul di sekitar Sungai Butun, Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat menanti dan mencari keberadaan Kamaludin, Kamis (4/6/2026). Kamaludin (60 tahun), hilang secara misterius saat berkebun sejak Rabu (3/6/2026) kemarin sore. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Upaya pencarian Kamaludin (60), yang hilang secara misterius pada Rabu (3/6/2026) sore saat berkebun di Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat, mengalami sejumlah kendala.

Meski telah melakukan pencarian sejak pagi, Kamis (4/6/2026), upaya yang dilakukan warga bersama tim SAR gabungan belum membuahkan hasil.

Kebuntuan terjadi lantaran tidak adanya saksi mata maupun informasi pasti mengenai keberadaan terakhir Kamaludin sebelum dinyatakan hilang.

Kendati demikian, lokasi pondok kebun yang berada dekat Sungai Butun, Desa Tugang, diduga kuat menjadi titik hilangnya Kamal.

Oleh karena itu, tim SAR gabungan telah beberapa kali menyusuri sungai. Tak hanya itu, pencarian juga dilakukan dengan menyisir pinggiran sungai, termasuk area hutan dan semak-semak di sekitar lokasi.

“Untuk sementara belum dapat dipastikan apakah hilangnya di sungai ataupun di hutan. Namun, yang dapat kami lakukan adalah melakukan upaya pencarian baik di darat maupun di sungai,” kata Fajar Permana, Danpos SAR Mentok, saat diwawancarai Bangkapos.com.

Fajar menjelaskan, pencarian dengan menyusuri sungai mengalami kendala karena vegetasi tumbuhan di sekitar aliran sungai yang memiliki kedalaman sekitar 4 hingga 5 meter cukup rapat dan sempit, sehingga menghambat proses penyisiran.

“Sedikit terhambat dan sempit karena banyak pepohonan dan tumbuhan, jadi lumayan terbatas. Makanya kami dibantu penyisiran lewat darat, di pinggir sungai yang tidak dapat ditempuh menggunakan perahu,” tuturnya.

Fajar mengatakan, upaya pencarian terus dilakukan. Pihaknya juga tetap melakukan pemantauan lantaran warga berinisiatif melanjutkan pencarian hingga malam hari.

“Kami juga akan tetap memonitor jika ada temuan,” imbuhnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved