Berita Bangka Selatan
Pertamax Tembus Rp16.650, Antrean Pertalite dan Solar Mengular di SPBU Gadung Toboali
Kenaikan harga Pertamax hingga Rp16.650 per liter mulai berlaku di Bangka Selatan. Meski penjualan masih terpantau normal, sebagian ..
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai diberlakukan pada Rabu (10/6/2026). Di SPBU 24.331.71 Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, harga Pertamax kini mencapai Rp16.650 per liter atau naik Rp4.050 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di angka Rp12.600 per liter.
Meski mengalami kenaikan cukup signifikan, aktivitas pengisian BBM di SPBU tersebut masih terpantau normal. Namun, kondisi berbeda terlihat antara lajur Pertamax dan BBM subsidi.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada siang hari, lajur pengisian Pertamax tampak lengang. Dalam kurun waktu sekitar 20 menit, hanya dua kendaraan minibus yang terlihat mengisi BBM tanpa harus mengantre.
Sebaliknya, antrean panjang justru terlihat di lajur Pertalite dan Bio Solar. Puluhan sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan angkutan tampak berbaris menunggu giliran mengisi BBM subsidi.
Pengawas SPBU 24.331.71 Desa Gadung, Fauzi mengatakan, per hari ini harga bahan bakar nonsubsidi Pertamax mengalami kenaikan sebesar Rp4.050 atau 32,14 persen. Dari sebelumnya Rp12.600 kini menjadi Rp16.650 per liter. Meski terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan, kondisi penjualan dan aktivitas pengisian bahan bakar masih terpantau normal.
“Untuk harga Pertamax sejak semalam berlaku jam 00.01 WIB itu Rp16.650 per liter. Harga sebelumnya Rp12.600 per liter,” kata Fauzi kepada Bangkapos.com.
Menurutnya hanya harga Pertamax yang mengalami penyesuaian. Harga BBM lainnya yang berlaku saat ini yakni Pertalite Rp10.000 per liter, Solar Subsidi Rp6.800 per liter, Pertamax Turbo Rp21.200 per liter, Dexlite Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter. Namun pada hari pertama pemberlakuan harga baru, belum terlihat adanya perubahan perilaku konsumen.
Kata Fauzi pihaknya terus memantau perkembangan pasca kenaikan harga tersebut. Hingga saat ini situasi di lapangan masih berjalan normal tanpa adanya lonjakan antrean maupun penurunan aktivitas pembelian yang mencolok. Konsumen yang datang ke SPBU juga masih melakukan transaksi seperti hari-hari biasa.
“Kalau menyikapi antisipasi stok kita cukup. Cuman untuk sekarang ini belum ada hal-hal yang bergejolak karena mulai berlaku hari ini,” beber Fauzi.
Meski demikian, dampak kenaikan harga terhadap daya beli masyarakat belum dapat dipastikan. Pasalnya, kebijakan harga baru tersebut baru berjalan sehingga diperlukan waktu untuk melihat respons konsumen secara lebih jelas. Pihak SPBU memilih menunggu perkembangan dalam beberapa hari ke depan sebelum menarik kesimpulan terkait tren penjualan.
Terkait ketersediaan pasokan, Fauzi memastikan stok Pertamax di SPBU Desa Gadung dalam kondisi aman. Pasokan dari Pertamina disebut terus berjalan sesuai kebutuhan dan permintaan yang diajukan pihak SPBU. Selama ini tidak pernah terjadi kendala distribusi ketika permintaan tambahan diajukan.
Volume pasokan yang diterima SPBU bervariasi tergantung tingkat konsumsi masyarakat. Dalam kondisi tertentu, pengiriman dapat mencapai empat hingga delapan ton untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Bahkan pasokan empat ton disebut mampu mencukupi kebutuhan penjualan hingga sekitar dua pekan.
“Kalau empat ton Pertamax sekitar dua minggu baru habis,” urainya.
Fauzi menegaskan hingga kini belum ada indikasi gangguan distribusi BBM di wilayahnya. Setiap permintaan yang diajukan kepada Pertamina selalu mendapat respons dan pengiriman sesuai kebutuhan. Fauzi berharap volume penjualan Pertamax tidak mengalami penurunan dalam waktu dekat.
Pasalnya, penjualan BBM nonsubsidi menjadi salah satu penopang aktivitas usaha SPBU. Namun proyeksi tersebut masih sulit diprediksi karena sangat bergantung pada respons pasar dalam beberapa hari mendatang.
| Pemkab Bangka Selatan Perkuat Data Penanganan Stunting |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.650 per Liter, Pengendara Pindah Antre ke Pertalite di SPBU Toboali |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Fokuskan Intervensi Stunting Melalui Bakti Bangga Kencana di Pulau Lepar |
|
|---|
| Harga TBS Sawit Bangka Selatan Bertahan di Atas Rp3.000, Dua Pabrik Kelapa Sawit Menaikkan Harga |
|
|---|
| DPRD Bangka Selatan Desak ASDP Gandakan Trip Kapal Antar Pulau, Rute Sadai-Jakarta Ikut Didorong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260610-ISI-BBM-Sejumlah-masyarakat-ketika-mengantre-mengisi-BBM-jenis-pertalite.jpg)