Berita Bangka Barat
Harga BBM Naik, Biaya Operasional PDAM Sejiran Setason Bertambah, Tarif Air Masih Normal
Tarif air bersih Perumdam Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat belum mengalami kenaikan meskipun harga BBM naik
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA — Kenaikan harga BBM yang terjadi belakangan ini memberikan pengaruh terhadap sejumlah sektor, tak terkecuali sektor air bersih dan air minum.
Pasalnya, kegiatan distribusi air tersebut diangkut menggunakan kendaraan yang menggunakan BBM sehingga bagaimana akan tetap berpengarug terhadap biaya operasional.
Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Perumdam Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat, Harpandi. Dia menyebut, terjadi pembengkakan biaya operasional akibat kenaikan harga BBM.
Kendati demikian, Harpandi mengatakan bahwa sampai sejauh ini pihaknya belum akan menaikkan tarif air PDAM.
“Kita regulasinya belum ada, baik saluran air untuk rumah tangga maupun untuk perniagaan itu masih tetap sama semua,” jelasnya.
Adapun tarif berlangganan air PDAM Sejiran Setason yakni sebesar Rp78 ribu/bulan untuk pelanggan kegiatan perniagaan dan Rp53 ribu/bulan untuk rumah tangga. Angka tersebut tersebut merupakan biaya untuk pemakaian air di bawah 10 ton per bulan.
Ditanyai lebih lanjut apakah kedepannya akan menaikkan harga tarif air, Harpandi mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu kepada Bupati Bangka Barat selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Pasalnya, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, salah satunya memikirkan soal daya beli dan daya penghasilan masyarakat saat ini.
“Karena ini sangat sensitif untuk menaikkan tarif. Apalagi kita ini BUMD, BUMD ini mau tidak mau harus ada kontribusi juga untuk masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Harpandi mengungkapkan bahwa sebagian besar peralatan dan mesin pompa air di PDAM Sejiran Setason saat ini sudah berbasis tenaga listrik.
Oleh karena itu, meski terjadi kenaikan BBM, biaya operasional perusahaan masih bisa disiasati sehingga tidak terlalu terpengaruh.
Pasalnya, penggunaan BBM hanya diperuntukkan bagi kendaraan distribusi seperti mobil tanki air bersih yang menggunakan BBM jenis solar dan mobil distribusi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang menggunakan BBM jenis Pertamax.
“Jadi kami belum akan menaikkan tarif saluran air rumah atau niaga. Kita masih tetap mencari SOP nya dulu, apakah harus naik atau seperti apa, kita masih hitung-hitung,” ujarnya.
Meski menurutnya saat ini biaya operasional sudah cukup membengkak, pihaknya masih akan menunggu arahan dari Bupati dan menghitung operasional PDAM.
“PDAM inikan ada capaian-capaian yang harus dicapai kedepannya supaya kita bisa berkontribusi kepada pendapatan daerah,” sambungnya.
Apalagi kata dia, PDAM Sejiran Setason belum pernah sejarahnya memberikan deviden kepada Pemda Bangka Barat.
“Mudah-mudahan kedepannya Perumdam Sejiran Setason ini dapat memberikan deviden kepada Pemda Bangka Barat nantinya,” tambahnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)
| Oknum PPPK Bangka Barat Dipecat, Gaji Sudah Dihentikan Gegara Berbuat Asusila ke Anak Sendiri |
|
|---|
| ASDP Pastikan Tarif Feri Tanjung Kalian–Tanjung Api-Api Belum Naik Meski BBM Naik |
|
|---|
| Harga TBS Sawit di Bangka Barat Tembus Rp3.150 per Kilogram, DPRD Minta Pengawasan PKS |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.650, Pengendara di Mentok Tetap Setia Isi Tangki Penuh |
|
|---|
| Tak Menyerah, Warga Desa Tugang Terus Lakukan Pencarian Kamaludin secara Mandiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Harpandi-Direktur-Perumdam-Sejiran-Setason-Bangka-Barat-neeee.jpg)