Senin, 15 Juni 2026

Dugaan Malapraktik di RSUD Depati Hamzah

Kasus dr Ratna Setia Asih Berdampak pada 1.285 Dokter di Bangka Belitung

1.285 dokter yang terdaftar di Bangka Belitung mencermati kasus dr Ratna karena dinilai berpotensi mempengaruhi praktik pelayanan kesehatan

Tayang:
Penulis: Erlangga | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangka Pos/Adi Saputra
SIDANG -- dr Ratna Setia Asih bersama tim penasihat hukumnya ketika menjalani sidang di ruang Tirta Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Kamis (11/12/2025) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Putusan yang akan dijatuhkan majelis hakim dalam perkara dugaan kelalaian yang menjerat dr Ratna Setia Asih tidak hanya dinantikan oleh pihak yang berperkara.

Sebanyak 1.285 dokter yang terdaftar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung disebut turut mencermati jalannya kasus tersebut karena dinilai berpotensi mempengaruhi praktik pelayanan kesehatan di masa mendatang.

Berdasarkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Bangka Belitung, jumlah dokter yang terdaftar mencapai 1.285 orang, terdiri dari 1.040 dokter umum dan 245 dokter spesialis yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Ketua IDI Wilayah Bangka Belitung, dr. Arinal mengatakan perkara yang dihadapi dr Ratna menjadi perhatian kalangan tenaga medis karena menyangkut kepastian hukum dalam menjalankan profesi kedokteran.

Sidang tuntutan Dokter Ratna Setia Asih di Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang, Kamis (4/6/2026).
Sidang tuntutan Dokter Ratna Setia Asih di Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang, Kamis (4/6/2026). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy/Rizki Irianda Pahlevy)

Menurutnya, putusan yang nantinya lahir dari persidangan tersebut akan menjadi pembelajaran sekaligus rujukan bagi dokter dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Perkara yang sedang dihadapi dr Ratna bukan hanya menjadi perhatian satu orang dokter atau satu rumah sakit. Seluruh dokter di Bangka Belitung tentu mengikuti perkembangan kasus ini karena putusan yang akan lahir nantinya bisa menjadi rujukan bagi praktik kedokteran kedepan," kata Arinal kepada Bangkapos Sabtu (14/06/2026).

Ia menjelaskan, saat ini dokter di Bangka Belitung tersebar di berbagai wilayah dengan jumlah yang berbeda-beda. Kota Pangkalpinang menjadi daerah dengan jumlah dokter terbanyak yakni 525 orang, terdiri dari 423 dokter umum dan 102 dokter spesialis.

Kemudian Kabupaten Bangka memiliki 309 dokter yang terdiri dari 247 dokter umum dan 62 dokter spesialis. Kabupaten Belitung memiliki 164 dokter dengan rincian 135 dokter umum dan 29 dokter spesialis.

Sementara itu Kabupaten Bangka Tengah memiliki 108 dokter yang terdiri dari 85 dokter umum dan 23 dokter spesialis. Kabupaten Belitung Timur memiliki 99 dokter, terdiri dari 86 dokter umum dan 13 dokter spesialis. Sedangkan Kabupaten Bangka Barat memiliki 80 dokter yang terdiri dari 64 dokter umum dan 16 dokter spesialis.

Menurut Arinal, jumlah tersebut menunjukkan tenaga medis memiliki peran penting dalam menjaga pelayanan kesehatan masyarakat di Bangka Belitung. Karena itu, kepastian hukum terhadap profesi dokter menjadi hal yang perlu diperhatikan.

"Kami berharap putusan yang diambil benar-benar mempertimbangkan seluruh fakta persidangan, aspek keilmuan, serta standar profesi kedokteran. Karena apa yang diputuskan dalam perkara ini akan menjadi perhatian dan pembelajaran bagi seluruh dokter," ujarnya.

Ia khawatir apabila muncul ketakutan berlebihan terhadap risiko hukum, dokter dapat menjadi ragu dalam mengambil tindakan medis yang sebenarnya dibutuhkan pasien.

"Dokter bekerja berdasarkan ilmu pengetahuan, standar profesi dan prinsip memberikan ikhtiar terbaik bagi pasien. Jangan sampai muncul ketakutan berlebihan yang membuat dokter ragu mengambil tindakan medis yang sebenarnya dibutuhkan pasien," katanya.

Kekhawatiran serupa sebelumnya juga disampaikan sejumlah organisasi profesi kedokteran yang menyoroti potensi munculnya defensive medicine atau praktik kedokteran defensif.

Dalam kondisi tersebut dokter cenderung mengambil langkah yang paling aman dari sisi hukum, seperti melakukan pemeriksaan tambahan, merujuk pasien lebih cepat atau menghindari kasus-kasus yang dianggap berisiko tinggi.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved