Selasa, 16 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

KUR BRI Ikut Panen Raya Nanas di Desa Bikang, Menguatkan Ekonomi dan Harapan Petani

Berbekal pinjaman KUR BRI sebesar Rp25 juta, petani nanas di Desa Bikang, Bangka Selatan, mampu mengembangkan kebun hingga ribuan batang. Kini,...

Tayang:
KUR BRI Ikut Panen Raya Nanas di Desa Bikang, Menguatkan Ekonomi dan Harapan Petani - 20260615-Bujang-44-petani-nanas-di-Desa-Bikang-Kecamatan-Toboali-Bangka-Selatan12.jpg
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah/Andini Dwi Hasanah
Bujang (44), petani nanas di Desa Bikang, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, mengupas nanas hasil panen di sela aktivitas berkebun, Senin (15/6/2026).
KUR BRI Ikut Panen Raya Nanas di Desa Bikang, Menguatkan Ekonomi dan Harapan Petani - 20260615-Hamparan-kebun-nanas-milik-Bujang-di-Desa-Bikang-Kecamatan-Toboali.jpg
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah/Andini Dwi Hasanah
Hamparan kebun nanas milik Bujang di Desa Bikang, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, Senin (15/6/2026). Sekitar 4.000 batang nanas yang ditanam melalui bantuan modal KUR BRI kini mulai memasuki musim panen.
KUR BRI Ikut Panen Raya Nanas di Desa Bikang, Menguatkan Ekonomi dan Harapan Petani - 20260615-Bujang-44-memanen-nanas-di-kebunnya-di-Desa-Bikang-Kecamatan-Toboali.jpg
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah/Andini Dwi Hasanah
Bujang (44) memanen nanas di kebunnya di Desa Bikang, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, Senin (15/6/2026). Ribuan tanaman nanas yang tumbuh berdampingan dengan sawit muda itu dikembangkan melalui bantuan permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI untuk mendukung usaha pertanian produktif.

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hamparan tanaman nanas membentang di Desa Bikang, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan. Di sela-sela daun berduri yang tumbuh rapat, seorang pria berkaus biru tampak memanggul hasil panen di tangannya. Matahari pagi belum terlalu tinggi ketika Bujang (44) berjalan menyusuri kebunnya, lahan yang setahun lalu dipenuhi ribuan bibit kecil, kini mulai memasuki musim petik.

Bagi warga Desa Bikang, nanas bukan sekadar tanaman. Ia adalah denyut ekonomi kampung. Hampir di setiap rumah, buah nanas menggantung di depan halaman, dijajakan kepada pengendara yang melintas di ruas Jalan Toboali-Pangkalpinang. Desa kecil ini telah lama dikenal sebagai penghasil nanas dengan rasa manis legit dan berair, buah khas yang membuat nama Bikang dikenal hingga berbagai daerah di Bangka Belitung.

Di tengah musim panen raya Juni 2026, Bujang menjadi satu dari sekian petani yang ikut menikmati hasil itu. Namun, di balik ribuan batang nanas yang kini mulai dipanen, tersimpan cerita tentang keterbatasan modal. Di titik itulah Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI hadir menjadi jalan bagi Bujang mengembangkan kebunnya.

Setahun lalu, Bujang memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR BRI sebesar Rp25 juta. Modal itu digunakannya membeli sekitar 4.000 bibit nanas serta kebutuhan pupuk dan perawatan kebun.

"Alhamdulillah memang, kemarin ada KUR BRI untuk beli bibit nanas ini lah, kemudian beli pupuknya untuk perawatan," ujar Bujang saat ditemui di kebunnya, Senin (15/6/2026).

Menurut Bujang, sebagai petani, persoalan utama kerap bukan soal lahan atau kemauan bekerja, melainkan keterbatasan modal awal. Terlebih, sektor perkebunan membutuhkan waktu dan biaya sebelum akhirnya menghasilkan panen.

Bujang mengaku awalnya hanya fokus berkebun sawit dan karet. Namun melihat potensi besar nanas sebagai komoditas unggulan kampung halamannya, ia mulai memberanikan diri memperluas usaha tani.

Berbeda dengan sawit yang membutuhkan waktu cukup panjang untuk menghasilkan, nanas relatif lebih cepat dipanen. Kondisi itu menjadi peluang bagi petani untuk menjaga perputaran ekonomi keluarga.

Nanas Bikang, hasil panen raya di kebun Bujang, di Desa Bikang, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, Senin (15/6/2026). Nanas khas desa ini dikenal memiliki rasa manis legit dan berair, menjadi komoditas unggulan warga setempat sekaligus sumber penghidupan petani.
Nanas Bikang, hasil panen raya di kebun Bujang, di Desa Bikang, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, Senin (15/6/2026). Nanas khas desa ini dikenal memiliki rasa manis legit dan berair, menjadi komoditas unggulan warga setempat sekaligus sumber penghidupan petani. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah/Andini Dwi Hasanah)

"Kalau sawit kan lama menunggu hasil. Nanas ini lebih cepat dipanen. Tapi memang selama menunggu panen itu yang harus diperhitungkan," katanya.

Pilihan itu kini mulai menunjukkan hasil. Saat panen raya berlangsung, pembeli datang langsung ke kebunnya. Sebagian lainnya memesan untuk dipasarkan ke Pangkalpinang.

Bujang menjual nanas hasil kebunnya seharga Rp25 ribu untuk dua buah. Menurutnya, permintaan pasar terhadap nanas Bikang cukup stabil karena kualitas buahnya sudah dikenal masyarakat.

"Nanas Bikang memang sudah terkenal. Bibitnya juga kemarin beli sama orang kampung sini, karena memang kualitasnya bagus," ucapnya.

Ia juga mengaku proses pengajuan KUR BRI tidak rumit bagi petani seperti dirinya.

"Kemarin pakai KUR BRI, pengajuannya mudah, karena kami ini petani, modal awal itu memang sangat dibutuhkan. Nah panen raya seperti ini biasanya baru mulai balik modal," ujarnya.

Di balik cerita Bujang, ada gambaran lebih besar tentang bagaimana akses pembiayaan menjadi salah satu tantangan utama petani di daerah. Tidak sedikit petani memiliki lahan dan semangat bekerja, namun terkendala biaya bibit, pupuk, hingga ongkos perawatan.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved