Kamis, 18 Juni 2026

Berita Bangka Barat

Keluhan Petani Padi Desa Tuik Bangka Barat Tak Dapat Pupuk, Biarkan Lahan Jadi Semak Belukar

Para petani Desa Tuik, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat tidak mendapatkan pupuk subsidi selama bertahun-tahun

Tayang:
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
SAWAH DITUMBUHI BELUKAR — Zaihun, seorang petani padi saat menunjukkan kawasan persawahan Desa Tuik, Kecamatan Kelapa Bangka Barat yang banyak ditumbuhi semak belukar, Senin (15/6/2026) siang. Lahan sawah terpaksa dibiarkan karena petani tak sanggup menanam padi tanpa bantuan pupuk subsidi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA —  Hamparan hijau terbentang luas di kawasan persawahan di ujung Desa Tuik, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat.

Namun, pemandangan hijau yang mencerahkan mata itu bukan berasal dari tanaman padi, melainkan semak belukar dan ilalang.

Rumput belukar itu bahkan sudah setinggi paha orang dewasa. Sedangkan, tanaman padi hanya terlihat pada segilintir petak sawah.

Beberapa petak lahan lainnya justru ada yang ditanami berbagai tanaman lain seperti cabai, jangung dan lain-lain.

Suasana di persawahan Desa Tuik siang itu, Senin (15/6/2026) tampak sepi. Pondok-pondok di tengah sawah juga terlihat tidak ada aktivitas dari petani.

Begitu lah gambaran persawahan Desa Tuik yang kini lebih mirip lahan tak terawat dan ditumbuhi belukar. Kondisi ini terjadi lantaran para petani tidak bisa lagi menanam padi.

Bahkan, beberapa di antaranya ada yang membiarkan lahan miliknya begitu saja selama bertahun-tahun lamanya.

Bukan karena sengaja, kondisi itu terpaksa dilakukan lantaran para petani tidak mendapatkan pupuk subsidi selama bertahun-tahun.

Seperti yang diungkapkan oleh Zaihun, salah satu petani yang sejak 3 tahun terakhir tidak lagi menanam padi di petak sawah milihnya.

“Sekarang kondisi sawahnya kembali jadi hutan, semak-semak. Terakhir nanam dan panen kalau enggak salah tahun 2023,” kata Zaihun saat diwawancarai Bangkapos.com

Pria berumur 54 tahun ini menyebut bahwa dirinya tidak lagi menanam padi karena sejumlah alasan. Salah satunya adalah soal pupuk subsidi yang sudah lama tidak mereka dapatkan.

Dirinya tidak tau pasti mengapa pupuk subsidi tersebut tidak mereka terima lagi. Padahal kata dia, dari tahun 2007 sampai 2021 silam, tidak pernah ada permasalahan pupuk subsidi alias masih lancar didapat.

“Di sini kami agak susah, apa permasalahannya. Kami enggak tau apa aturan sebenarnya, tapi harapan kami sebagai petani, tolong lah pupuk subsidi itu dicairkan kembali,” ujarnya.

Lebih lanjut, permasalahan kondisi tanggul di pinggiran sawah yang banyak jebol juga kerap menjadi kendala.

Sebab, air payau atau air asin dari muara Sungai Sepang dan Sungai Semabur yang berada di dekat kawasan persawahan Desa Tuik tersebut kerap terendam air payau.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved