Bangka Pos Hari Ini

Purbaya Deg-degan Diminta Prabowo Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku deg-degan saat diminta Presiden Prabowo Subianto mempercepat pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen

|
Bangka Pos
Bangka Pos Selasa 9 September 2025 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru saja dilantik lewat reshuffle kabinet, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku deg-degan saat diminta Presiden Prabowo Subianto mempercepat pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

“Saya deg-degan, berat banget. Optimis, jadi masa depan kita sangat cerah, domestic demand kita kuat asal dikendalikan dengan baik, kita bisa tumbuh dengan baik. 90 Persen domestic demand masak kita takut? Apalagi kalau baca nggak jelek-jelek amat sekarang,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/9).

Pengganti Sri Mulyani ini berujar, pertumbuhan ekonomi 8 persen itu bakal dicapai secara bertahap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, mengingat sulit mengejar target itu di tahun berjalan ini.

Untuk tahap awal, dirinya berencana memperbaiki pertumbuhan ekonomi ke angka 6 persen.

“Wah, Presiden ngasih angka tinggi banget, gede juga saya bilang. Saya bilang bertahap, Pak, kita
capai yang 8 persen itu. Dia (Presiden) bilang jangan lama-lama, secepatnya. Ya kita cobalah,” tutur Purbaya.

Adapun untuk mencapai target itu, ia berencana membentuk tim khusus untuk mempercepat penyerapan anggaran. Tim khusus, kata Purbaya, pernah diterapkan di zaman Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan di awal masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo.

“Jadi itu problem yang biasa kita alami dan kita sudah tahu gimana memperbaikinya. Kalau saya lihat masih ada pengelolaan uang yang masih belum optimal, kita akan perbaiki itu. Walaupun anggarannya misalnya terserap, kita akan pastikan dananya tidak mengganggu sistem perbankan kita,” beber Purbaya.

“Pengalaman ini sudah kita kerjakan tahun 2021, 2020, 2015, 2008, 2009. Jadi Anda enggak usah takut. Saya di sana pada waktu semua peristiwa itu,” jelas Purbaya.

Terlebih, ia sudah menjadi ekonom selama 25 tahun lamanya. Begitu pun terlihat dalam Komite Ekonomi Nasional.

“Beberapa tahun di KSP terus membantu Pak Jokowi juga dalam mengatasi krisis 2020, Covid 19. Jadi saya di samping Pak Jokowi persis waktu itu. Jadi kalau Anda tanya pengalaman saya apakah saya cukup tahu, amat tahu. Jadi Anda enggak usah khawatir,” tandasnya.

Reshuffle mendadak

Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan mengapa Presiden Prabowo Subianto mendadak melakukan reshuffle atau perombakan kabinet pada Senin (8/9) sore.

Prasetyo menyebutkan, reshuffle dilakukan berdasarkan masukan dan evaluasi yang diterima Prabowo.

“Atas berbagai perkembangan masukan dan evaluasi yang dilakukan terus-menerus oleh Bapak Presiden, maka pada sore hari ini sekaligus Bapak Presiden memutuskan untuk melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada beberapa jabatan kementerian,” kata Prasetyo, di Istana, Jakarta.

Dalam reshuffle kabinet kali ini, Prabowo mengganti lima menteri yaitu Menteri Keuangan dari sebelumnya dijabat Sri Mulyani kini diganti menjadi Purbaya Yudhi Sadewa.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved