Pamit dari Kemenkeu, Pesan Perpisahan Sri Mulyani: Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia

Sri Mulyani mengucap terima kasih atas kepercayaan tugas mengabdi dan berbakti untuk bangsa dan negara Indonesia, dan membantu Presiden terpilih

|
Instagram
SRI MULYANI -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberikan pembekalan kepada para Calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia, 30 Juli 2025. Sri Mulyani kini terkena reshuffle kabinet per 8 September 2025. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pagi itu di ruang gedung Kementerian Keuangan, Sri Mulyani Indrawati berdiri di hadapan jajaran Kementerian Keuangan.

Nyaris dua dekade memimpin kementerian pengelola keuangan negara, Sri Mulyani menyampaikan pidato perpisahan.

"Ini merupakan suatu kehormatan dan juga privilege atau keistimewaan bagi saya," ucap Sri Mulyani dalam sambutan di acara Serah Terima Jabatan Menkeu di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Sri Mulyani lalu mengucap terima kasih atas kepercayaan tugas mengabdi dan berbakti untuk bangsa dan negara Indonesia, dan membantu Presiden terpilih untuk mencapai cita-cita Republik Indonesia.

Rasa terima kasih juga disampaikan Sri Mulyani kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan.

Mereka dianggap membantu dalam melaksanakan tugas mengelola keuangan negara dengan penuh dedikasi dan sepenuh hati.

"Kita bersama-sama mengelola keuangan negara dan menjaga Kementerian Keuangan di dalam situasi dan tantangan yang terus berubah," ungkapnya.

"Makin kompleks dengan adanya perubahan teknologi digital, tantangan struktural dan juga dari tren geopolitik yang sedang terjadi. Tidak pernah mudah," tambah dia.

Nama Sri Mulyani bukan hal asing lagi.

Lahir di Bandar Lampung, putri seorang dosen Universitas Lampung ini sejak muda akrab dengan disiplin ilmu dan kerja keras.

Karier akademiknya membawanya hingga Amerika Serikat, menempuh studi doktoral ekonomi di University of Illinois Urbana-Champaign.

Dari ruang kuliah ke ruang sidang kabinet, perjalanannya panjang.

Tahun 2005, ia dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Keuangan.

Kebijakannya yang tegas membenahi birokrasi pajak dan bea cukai membuat namanya dielu-elukan.

Tak sedikit yang menyebutnya sebagai perempuan besi yang menjaga fiskal negara.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved