Kamis, 21 Mei 2026

Jual BBM Lebih Mahal dari Malaysia Tapi Ngaku Rugi, Begini Tanggapan Pertamina 

Jual BBM Lebih Mahal dari Malaysia Tapi Ngaku Rugi, Begini Tanggapan Pertamina . Simak selengkapnya

Tayang:
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Istimewa/ dok Pertamina
Jual BBM Lebih Mahal dari Malaysia Tapi Ngaku Rugi, Begini Tanggapan Pertamina. Foto Ilustrasi pelayanan pengisian BBM di SPBU 

BANGKAPOS.COM - Jual BBM Lebih Mahal dari Malaysia Tapi Ngaku Rugi, Begini Tanggapan Pertamina .

Kinerja dan pelayanan Pertamina terkait penjualan Bahan Bakar Minyak atau BBM yang lebih mahal dari Malaysia tapi selalu mengaku rugi selalu menjadi sorotan.

Slah satunya datang dari alumni Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB), Alif Hijriah.

Alif bahkan mengunggah sebuah video yang viral di Instagram @aliftowew.

Alif menyoroti perbedaan antara Indonesia dan Malaysia, terutama soal produksi dan konsumsi energi.

Ia menyebut bahwa walaupun harga BBM di Indonesia lebih tinggi, Pertamina tetap harus menanggung defisit besar.

Menurut data yang disampaikan Alif, kapasitas produksi harian Pertamina sekitar 583 ribu barel, sedikit lebih tinggi dibandingkan Petronas Malaysia yang menghasilkan 570 ribu barel per hari.

Namun, kebutuhan dalam negeri Indonesia jauh lebih besar, yakni mencapai 1,7 juta barel per hari. Sebaliknya, konsumsi BBM Malaysia hanya sekitar 700 ribu barel per hari.

Artinya, Indonesia menghadapi kekurangan pasokan sekitar 1,1 juta barel per hari yang harus dipenuhi melalui impor.

Sementara itu, Malaysia hanya defisit sekitar 130 ribu barel per hari.

“Jadi Indonesia mengalami defisit sekitar 1,1 juta barel per hari. Sementara Malaysia defisit 130.000 barel per hari. Nah, kekurangan inilah yang harus dipenuhi Indonesia lewat impor,” ujar Alif dalam video yang dikutip Kompas.com.

Dengan harga minyak dunia di level 85 dolar AS per barel, kebutuhan impor Indonesia diperkirakan menelan biaya sekitar 93,5 juta dolar AS per hari atau 34,1 miliar dolar AS per tahun.

Jika dikonversi ke rupiah, angkanya mencapai Rp 566 triliun. Sebagai perbandingan, Malaysia hanya mengeluarkan sekitar Rp 67 triliun per tahun.

Tanggapan Pertamina

Pertamina Patra Niaga akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait isu yang ramai dibicarakan di media sosial mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) dan kondisi keuangan perusahaan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved