Selasa, 2 Juni 2026

Thailand Jadi Tailan, Pemerintah Perbarui Ejaan Nama Negara Asing, Cek Nama Negara Lain Di Sini

Pemerintah Indonesia memperbarui standardisasi ejaan nama-nama negara dalam bahasa Indonesia melalui forum internasional.

Tayang:
Penulis: Rusaidah | Editor: Rusaidah
Bangka Pos
EJAAN NEGARA ASING -- Pemerintah Indonesia memperbarui standardisasi ejaan nama-nama negara dalam bahasa Indonesia melalui forum internasional. 

Ringkasan Berita:
  • Melalui forum internasional, Pemerintah Indonesia memperbarui standardisasi ejaan nama-nama negara dalam bahasa Indonesia
  • Pembaruan tersebut tertuang dalam dokumen resmi bernomor GEGN.2/2025/122/CRP.122 yang disampaikan pada sidang UNGEGN)di New York, Amerika Serikat
  • Melalui dokumen ini, Indonesia menetapkan penyesuaian ejaan sejumlah nama negara agar lebih sesuai dengan sistem bunyi dan ejaan bahasa Indonesia

 

BANGKAPOS.COM – Ejaan Thailand Jadi Tailan. Itu merupakan satu di antara nama negara asing yang ejaannya diperbarui.

Sama halnya dengan ejaan Paraguay menjadi Paraguai. 

Sementara Bangladesh menjadi Banglades.

Ada beberapa ejaan negara asing lainnya yang juga mengalami pembaruan dan telah berlaku resmi.

Hal ini dilakukan pemerintah agar lebih sesuai dengan sistem bunyi dan ejaan bahasa Indonesia.

Baca juga: Dibuka Pendaftaran PPPK 32.000 Pegawai Dapur MBG, Cek Syarat, Besaran Gaji dan Tunjangannya 

Melalui forum internasional, Pemerintah Indonesia memperbarui standardisasi ejaan nama-nama negara dalam bahasa Indonesia.

Pembaruan tersebut tertuang dalam dokumen resmi bernomor GEGN.2/2025/122/CRP.122 yang disampaikan pada sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) di New York, Amerika Serikat, pada 28 April–2 Mei 2025. 

Melalui dokumen ini, Indonesia menetapkan penyesuaian ejaan sejumlah nama negara agar lebih sesuai dengan sistem bunyi dan ejaan bahasa Indonesia.

Beberapa contoh perubahan tersebut antara lain Thailand menjadi Tailan, Paraguay menjadi Paraguai, Afghanistan menjadi Afganistan, Bangladesh menjadi Banglades, serta Swiss menjadi Swis. 

Standardisasi ejaan ini merupakan hasil inisiatif jangka panjang yang telah diajukan oleh delegasi Indonesia sejak 2019. 

"Pada 2019, Indonesia mengumpulkan daftar komprehensif nama-nama ibu kota dunia serta nama negara pada sesi perdana UNGEGN," tulis UNGEGN dalam dokumen bertajuk "Updated world country names: short and formal names, Submitted by Indonesia" tertanggal 10 Maret 2025.

Upaya tersebut kemudian diperkuat pada 2024 melalui pembaruan ejaan yang lebih akurat secara ortografis (sistem ejaan) dan fonologis (bunyi bahasa). 

Tujuannya adalah menyesuaikan penulisan nama negara asing agar lebih selaras dengan pelafalan dan tata tulis bahasa Indonesia, tanpa menyimpang dari daftar resmi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Fonologi dan Ortografi Bahasa Indonesia

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, membenarkan adanya perubahan ejaan sejumlah nama negara dalam bahasa Indonesia. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved