Jumat, 24 April 2026

Usai Diundang Prabowo, Said Didu Menghilang 10 Hari, Singgung Oligarki dan 'Kill or Be Killed'

Said Didu mengungkap pembahasan soal oligarki, under invoicing Rp20.000 triliun, hingga alasan dirinya menghilang 10 hari usai diundang Prabowo

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Seno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com
SAID DIDU -- Usai Diundang Prabowo, Said Didu Menghilang 10 Hari, Singgung Oligarki dan 'Kill or Be Killed' 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh kritis di Kertanegara.
  • Said Didu mengungkap pembahasan soal oligarki dan dugaan kerugian negara Rp20.000 triliun akibat under invoicing, serta alasan dirinya “menghilang” 10 hari usai pertemuan.

 

BANGKAPOS.COM--Presiden Prabowo Subianto membuat langkah yang tak biasa di awal 2026.

Ia mengundang sejumlah tokoh yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintahannya untuk berdiskusi langsung di kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

Pertemuan tertutup itu berlangsung sekitar lima jam dan membahas berbagai isu strategis nasional, mulai dari oligarki, penyelamatan sumber daya alam, hingga reformasi penegakan hukum.

Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal keterbukaan politik. Beberapa tokoh yang hadir dikenal vokal mengkritik kebijakan pemerintah.

Namun alih-alih menjaga jarak, Prabowo justru membuka ruang dialog panjang dalam suasana yang disebut berlangsung serius dan penuh perdebatan.

Said Didu “Menghilang” 10 Hari

Salah satu tokoh yang hadir adalah Said Didu. Seusai pertemuan, mantan Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005–2010 itu justru tak langsung muncul ke publik.

Ia memilih “menghilang” selama hampir 10 hari.

Dalam program ROSI di Kompas TV yang tayang Kamis (12/2/2026), Said mengungkap alasan di balik keputusannya tersebut.

Ia mengaku sengaja pulang kampung untuk menunggu dan mengamati reaksi publik atas pertemuan dengan Presiden.

“Saya ingin menunggu reaksi publik seperti apa sebenarnya atas pertemuan ini. Karena ini kan Pak Prabowo sepertinya baru pertama kali membuka pintu untuk ketemu dengan orang yang mengkritisi pemerintahan selama ini,” ujar Said.

Menurutnya, ia ingin memastikan bahwa pertemuan tersebut tidak disalahartikan sebagai bentuk kompromi politik.

Selama di kampung halaman, ia tetap memantau perkembangan isu dari kejauhan.

“Saya biarkan hampir 10 hari saya menghilang, pulang kampung. Saya ingin menikmati kampung saya dulu,” katanya.

Said mengaku sempat dihubungi sejumlah pihak yang memintanya segera memberikan klarifikasi di ruang publik.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved