Minggu, 3 Mei 2026

Ramadhan 2026

Prediksi Awal Ramadhan 1447 H Bakal Berbeda, Simak Ulasan BMKG, BRIN dan MUI

MUI menyatakan awal Ramadhan 1447 H di Indonesia berpotensi berbeda antara hari Rabu tanggal 18 Februari 2026 dan Kamis 19 Februari 2026.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Bangkapos.com
RUKYATUL HILAL - Pengamatan bulan saat rukyatul hilal di Desa Penagan, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu lalu. Kementerian Agama RI akan menggelar sidang isbat dan rukyatul hilal penentuan 1 Ramadhan 1447 H pada Selasa 17 Februari 2026. 

BANGKAPOS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis menyatakan awal Ramadhan 1447 H di Indonesia berpotensi berbeda antara hari Rabu tanggal 18 Februari 2026 dan Kamis 19 Februari 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar Sidang Isbat penetapan 1 Ramadhan 1447 H secara nasional pada hari Selasa tanggal 17 Februari 2026.

Sementara itu, ormas Islam Muhammadiyah sudah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadhan 2026 jatuh pada hari Rabu 18 Februari 2026.

Baca juga: Jadwal Puasa Kota Pangkalpinang Full 1 Bulan Ramadhan 2026

MUI meminta umat Islam menyikapi potensi perbedaan awal Ramadhan 1447 H secara dewasa dan menjaga ukhuwah Islamiyah.

Integrasi Metode Hisab dan Rukyat

Dikutip dari kalteng.kemenag.go.id, sidang isbat pada 17 Februari 2026 akan dipimpin Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Forum ini akan dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan ormas Islam, ahli falak, pakar astronomi, hingga lembaga negara terkait. 

Baca juga: Jadwal Waktu Imsak Full 30 Hari Ramadhan 1447 H Untuk 41 Kota di Indonesia Lengkap File PDF

Menurut Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, sidang akan melalui tiga tahap utama: pemaparan data hisab, verifikasi hasil rukyat dari berbagai titik, lalu musyawarah penetapan keputusan.

Penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah mengikuti integrasi metode hisab dan rukyat, sejalan dengan panduan Majelis Ulama Indonesia. 

Direktur Urusan Agama Islam, Arsad Hidayat, menambahkan bahwa sejumlah lokasi strategis, termasuk kawasan IKN dipertimbangkan sebagai titik rukyat potensial tahun ini.

Karena itu, meski data astronomi sudah memberi gambaran kuat, masyarakat tetap diimbau menunggu pengumuman resmi hasil Sidang Isbat sebagai dasar penetapan 1 Ramadan 1447 H.

Menjelang penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah, proses pengamatan hilal kembali menjadi perhatian utama. 

Rukyatul hilal adalah kegiatan melihat langsung bulan sabit pertama setelah ijtimak sebagai penanda masuknya bulan baru Hijriah, yang dilakukan saat matahari terbenam dengan bantuan metode observasi dan perhitungan astronomi. 

Pengamatan hilal menjadi langkah penting untuk memastikan kapan umat Islam mulai beribadah puasa.

Tahun ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan pemantauan intensif selama dua hari berturut-turut melalui jaringan pos observasi di berbagai wilayah Indonesia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved