Selasa, 19 Mei 2026

Wanita Penabrak Bocah WNI di Singapura Kini DIbebaskan dengan Jaminan

Kecelakaan maut di Chinatown Singapura merenggut nyawa putri Ashar Ardianto. Sang istri, Raisha, masih dirawat intensif di Singapore General Hospital

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Dok istimewa/Thread
WANITA PENABRAK--Foto Sheyna Lashira (kiri) sebelum tewas ditabrak pengemudi di Singapura (kanan), Selasa (10/2/2026). Kini penabrak tersebut telah dibebaskan dengan jaminan. 

Ringkasan Berita:
  • Duka mendalam menyelimuti keluarga Ashar Ardianto setelah putrinya tewas tertabrak mobil di kawasan Chinatown, Singapura.
  • Sementara sang istri masih dirawat di SGH, KBRI Singapura memberikan bantuan tempat tinggal dan pendampingan hukum bagi keluarga korban.

 

BANGKAPOS.COM--Tragedi kecelakaan maut yang merenggut nyawa seorang bocah perempuan asal Indonesia di kawasan Chinatown, Singapura, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sang ayah, Ashar Ardianto (30), kini berusaha tegar di tengah kehilangan putri tercintanya, Sheyna Lashira Smaradiani (6), dalam peristiwa tragis yang terjadi pada 6 Februari 2026.

Peristiwa memilukan itu berlangsung di kawasan South Bridge Road, dekat Buddha Tooth Relic Temple, saat keluarga kecil tersebut tengah menyeberang jalan sekitar tengah hari.

Sebuah mobil listrik berwarna gelap yang keluar dari area parkir tiba-tiba melaju dan menabrak istri Ashar, Raisha Anindra Pascasiswi (31), serta putri mereka.

Ashar yang saat itu berada sedikit di depan sambil mendorong kereta bayi berisi putra bungsunya selamat dari tabrakan.

Namun, nasib berkata lain bagi Sheyna. Bocah enam tahun itu mengalami cedera kepala berat dan sempat mendapatkan perawatan di Singapore General Hospital (SGH), sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah Sheyna telah dipulangkan ke Indonesia dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada 8 Februari lalu.

Kepergian putri kecil itu meninggalkan luka batin yang mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat yang mengikuti kabar duka tersebut.

Kondisi Istri Masih Kritis

Di tengah kesedihan yang belum reda, perhatian Ashar kini tertuju pada kondisi sang istri. Raisha masih menjalani perawatan intensif di High Dependency Unit (HDU) SGH akibat cedera berat yang dialaminya.

Meski kondisinya masih lemah, perkembangan positif mulai terlihat. Raisha dilaporkan sudah dapat berkomunikasi secara terbatas.

Perkembangan kecil ini menjadi secercah harapan bagi Ashar yang disebut berada dalam kondisi sangat terguncang secara emosional.

KBRI Beri Dukungan Penuh

Dukungan juga datang dari Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.

Wakil Kepala Misi KBRI Singapura, Thomas Ardian Siregar, menyampaikan bahwa Duta Besar RI untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan, telah memberikan izin khusus kepada Ashar untuk tinggal sementara di kediaman resmi duta besar.

Langkah tersebut diambil agar Ashar dapat lebih mudah dan cepat merespons kebutuhan medis istrinya selama masa perawatan di rumah sakit.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved