Kamis, 23 April 2026

Berita Viral

Kecurigaan Kapolda Sulsel Ungkap Kematian Bripda Dirja, Bukan Bentur Kepala tapi Dianiaya Senior

Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro membongkar laporan awal korban benturkan kepala sendiri ternyata tidak benar.

Editor: Fitriadi
Tribun-timur.com/Rachmat Ariadi
TANGIS HISTERIS - Ibu Bripda Dirja Pratama (19), Sumarni menggenggam erat tangan Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro (56), sambil histeris saat melayat di rumah duka di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Senin (23/2/2026) pagi. Dalam suasana duka, ia meminta Kapolda mengusut tuntas dugaan penganiayaan yang menyebabkan putranya meninggal. 

Ringkasan Berita:
  • Misteri kematian anggota Ditsamapta Polda Sulsel Bripda Dirja Pratama terungkap.
  • Kapolda Sulsel bongkar laporan awal korban benturkan kepala sendiri ternyata tidak benar.
  • Bripda Pirman, senior korban, ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan lima orang lainnya masih diperiksa.

 

BANGKAPOS.COM - Kasus kematian anggotanya, Bripda Dirja Pratama (19) menjadi perhatian serius Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro.

Djuhandhani tidak percaya begitu saja terjadap laporan awal yang menyebutkan Bripda DP meninggal karena membenturkan kepalanya sendiri.

Sebagai perwira tinggi Polri yang sepanjang kariernya di kepolisian banyak bertugas di bagian reserse kriminal (reskrim), Djuhandhani pantas saja curiga.

Sebelum kasus kematian Bripda Dirja Pratama terungkap, laporan awal penyebab tewasnya korban lantaran membenturkan kepalanya sendiri.

"Di mana laporan awal yang kami terima, yang bersangkutan meninggal karena membentur-benturkan kepala. Itu pertama kita mendengar laporan," kata Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro dikutip dari Tribun Timur, Selasa, (24/2/2026).

Baca juga: Sosok Bripda Pirman, Tersangka yang Tewaskan Bripda DP, Polisi Sebut Ada Kesesuaian Keterangan

Meski begitu, kata Djuhandhani, pihaknya tidak langsung percaya atas laporan yang diterima tersebut.

Mantan Dirtipidum Bareskrim Polri ini mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan dengan metode scientific crime investigation sehingga diketahui korban tewas bukan karena membenturkan kepalanya sendiri.

"Kami buktikan, apa yang disampaikan oleh anggota yang menyampaikan dia membentur-benturkan kepala itu tidak benar," tuturnya.

Berdasarkan pemeriksaan Biddokes Polda Sulsel, kata Djuhandhani, ditemukan sejumlah lebam di tubuh korban akibat diduga dianiaya.

"Dan dengan kerja keras kami dari Propam, kemudian Direktorat Reserse Kriminal Umum, kami bisa membuktikan bahwa telah terjadi penganiayaan terhadap korban," tuturnya.

Dengan serangkaian proses penyelidikan, akhirnya jajaran Polda Sulsel pun menetapkan Bripda Pirman sebagai tersangka.

"Kami menetapkan satu orang tersangka atas nama P, pangkat Bripda yang merupakan senior dari korban," ungkapnya.

Saat ini, Polda Sulsel masih melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap lima anggota lainnya.

Motif Masih Didalami

Djuhandhani belum memastikan motif Bripda Pirman membunuh juniornya Bripda Dirja Pratama.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved