Kamis, 23 April 2026

Berita Viral

Fakta Baru Bripda Dirja Dijemput saat Subuh, Dipukuli Hingga Tak Sadar dan Akhirnya Meninggal

Bripda Dirja Pratama dijemput saat waktu subuh lalu dipukuli oleh eniornya hingga tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal.

Editor: Fitriadi
Tribunnews.com/Tribun-timur.com/Muslimin Emba
JENAZAH KORBAN - Suasana pemberangkatan jenazah Bripda Dirja Pratama (19) di RS Bhayangkara Makassar menuju kampung halamannya di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Minggu (22/2/2026) malam. Bripda Dirja polisi junior diduga meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan secara beramai-ramai oleh seniornya. 

Ringkasan Berita:
  • Anggota Ditsamapta Polda Sulsel Bripda Dirja Pratama dijemput saat waktu subuh lalu dipukuli oleh seniornya.
  • Kapolda Sulsel sebut motif pemukulan terkait hierarki senior-yunior.
  • Pembinaan dengan tindakan kekerasan tidak dibenarkan di Polri.

 

BANGKAPOS.COM - Fakta baru terkait kematian tragis anggota Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Bripda Dirja ratama (19) terungkap.

Anak dari anggota Polres Pinrang, Sulsel, Aipda Muhammad Jabir itu tewas akibat kekerasan seniornya.

Bripda Dirja Pratama dijemput saat waktu subuh lalu dipukuli.

Bripda Dirja ditemukan tergeletak tak berdaya di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel pada Minggu (22/2/2026) subuh.

Korban akhirnya meninggal saat dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Batal Makan Nasu Palekko Buatan Ibu Usai Temuan Memar, Bripda DP Anak Polisi Tewas Dianiaya Senior

Kini, seorang seniornya bernama Bripda Pirman sesama anggota Ditsamapta Polda Sulsel, ditetapkan sebagai tersangka.

Beberapa anggota lainnya masih dalam penyelidikan Propam Polda Sulsel.

Fakta baru ini dibeberkan Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro.

Djuhandani mengatakan latar belakang penganiayaan tersebut karena masalah hirarki antara senior dan junior.

"Motifnya masalah hirarki (senior-junior)," kata Djuhandhani saat dihubungi, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: Sosok Aipda Muhammad Jabir Ayah Bripda DP, Sebut 6 Polisi Diperiksa Kasus Kematian Anaknya

Mantan Dirtipidum Bareskrim Polri ini menyebut kala itu, Bripda Dirja tidak menghadap ke Bripda Pirman selaku seniornya ketika dipanggil.

Hal tersebut yang membuat pelaku naik pitam hingga akhirnya melakukan penganiayaan terhadap korban.

"Senior marah karena junior dipanggil tidak mau menghadap dan saat salat subuh dijemput lalu dipukuli," kata Djuhandani.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, mengatakan motif penganiayaan yakni pembinaan disiplin lantaran pelaku satu tahun lebih senior dari korban.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved