Harga BBM
Info Harga BBM di Indonesia, Ini Penjelasan Pertamina
Komisaris PT Pertamina Hasan Nasbi menegaskan pemerintah belum menetapkan kebijakan kenaikan harga BBM dalam negeri.
Ringkasan Berita:
- Harga BBM hari ini masih mengacu pada penyesuaian yang diberlakukan sejak 1 Maret 2026.
- Komisaris PT Pertamina Hasan Nasbi menegaskan pemerintah belum menetapkan kebijakan kenaikan harga BBM dalam negeri.
- Menteri Bahlil tegaskan pemerintah tetap jaga subsidi energi meski minyak dunia tembus 100 dolar.
- Stok BBM nasional tetap aman di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
BANGKAPOS.COM - Harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU milik PT Pertamina (Persero) pada hari ini Kamis (26/3/2026) masih mengacu pada penyesuaian harga yang diberlakukan sejak 1 Maret 2026.
Sejak penyesuaian itu, BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex mengalami kenaikan.
Namun, harga BBM subsidi seperti Pertalite masih di angka Rp 10.000 per liter dan Biosolar di kisaran Rp 6.800 per liter di seluruh SPBU Pertamina.
Komisaris PT Pertamina (persero), Hasan Nasbi menegaskan pemerintah belum menetapkan kebijakan kenaikan harga BBM dalam negeri.
Hasan menyebut, saat ini memang harga minyak dunia mengalami kenaikan dampak perang. Namun, Indonesia belum memutuskan soal kenaikan harga ini.
"Kita tidak ada kenaikan harga. Kalau di pasar dunia ada kenaikan harga, di dalam negeri pemerintah sejauh ini belum ada kebijakan menaikkan harga," kata Hasan Nasbi seusai bersilaturahmi di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu(25/3/2026).
Terkait stok cadangan minyak di Indonesia yang disebut aman hingga 20 hari, Hasan menerangkan bahwa setiap hari pemerintah selalu memperbarui stok BBM dalam negeri.
"Kalau hari ini ditanya stoknya 20 hari, kemarin ditanya stoknya masih 20 hari. Besok ditanya masih 20 hari juga, karena stoknya terus diperbarui. Setiap hari seperti itu, minggu depan ditanya stoknya 20 hari. Pasokannya masuk terus," ujar Hasan.
Menurutnya, pembaruan stok BBM setiap hari tersebut bisa meredam kepanikan di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi kelangkaan minyak.
"Pemerintah selalu mengarahkan kita mengantisipasi jauh-jauh hari dan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak perlu panic buying. Pemerintah akan melakukan penyesuaian, sudah ada ide dan rencana dari pemerintah untuk penghematan dari sisi konsumsi BBM. Jangan panik, sampai hari ini baik-baik saja. Inshaallah pemerintah mengusahakan yang terbaik," kata Hasan Nasbi.
Distribusi minyak dunia saat ini tengah tersendat imbas perang yang terjadi antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran yang berakibat ditutupnya Selat Hormuz.
Dampak tersebut juga dirasakan oleh Indonesia yang harus memutar otak untuk tetap menstabilkan distribusi minyak di dalam negeri.
Dampaknya langsung terasa, harga minyak mentah Brent melonjak dari sekitar 65 dolar menjadi lebih dari 100 dolar per barel.
| Update Harga BBM per 1 Juni 2026 di SPBU se-Indonesia, Ini Jenis BBM yang Alami Kenaikan |
|
|---|
| Harga BBM Terbaru 31 Mei 2026 saat Rupiah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS, Cek 3 Jenis yang Naik |
|
|---|
| Update Harga BBM 28 Mei 2026 Seluruh SPBU Indonesia, Resmi Berubah, Cek Tiga Jenis BBM yang Naik |
|
|---|
| Update Harga BBM di Seluruh SPBU se-Indonesia Hari Ini 26 Mei 2026, Berikut Jenis BBM yang Naik |
|
|---|
| Update Harga BBM 27 Mei 2025 se-Indonesia Resmi Berubah, Cek Pertamax-Pertalite Jelang Akhir Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Isi-BBM-di-SPBU-Bangka-Selatan-ne.jpg)