Selasa, 19 Mei 2026

Opsi Hemat BBM, ASN dan Pekerja Swasta Bakal WFH Sekali Seminggu

Pemerintah tengah menyiapkan opsi work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta selama satu hari dalam sepekan.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
OPSI WFH - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2025). Tito Karnavian mengatakan pemerintah masih mengkaji kebijakan WFH satu hari dalam sepekan untuk menghemat pemakaian BBM imbas kenaikan harga minyak dunia. 

Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah efisiensi yang disiapkan pemerintah untuk merespons tingginya harga minyak dunia akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah simulasi awal sembari menunggu ketentuan resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), sesuai arahan Presiden.

“Ya, kami sudah melakukan simulasi-simulasi. Kami sedang melakukan simulasi, tetapi tentu kami akan menunggu ketentuan yang nanti dibuat oleh Kementerian PAN-RB sesuai arahan Bapak Presiden,” kata Gus Ipul, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, skema WFA dan WFO akan disesuaikan dengan kebutuhan layanan publik.

Kemensos memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun dilakukan penyesuaian pola kerja.

Saat ini, jumlah pegawai di lingkungan Kemensos mencapai 46.090 orang. Karena itu, pengaturan pembagian WFO dan WFA akan dirancang secara bertahap di bawah koordinasi Sekretaris Jenderal Kemensos.

“Kami akan menyesuaikan, tetapi kami sudah mulai melakukan simulasi di bawah koordinasi Pak Sekjen. Misalnya, di hari Jumat nanti seperti apa jika diterapkan satu hari dalam satu minggu,” jelas Gus Ipul.

“Prioritas kami adalah memastikan layanan kepada masyarakat tidak terganggu, sekaligus bisa mengatur pembagian WFO dan WFA,” sambungnya.

Efisiensi juga akan dilakukan pada penggunaan sarana operasional, seperti listrik, pendingin ruangan (AC), alat tulis kantor, hingga pelaksanaan rapat.

“Mulai dari penggunaan AC, listrik, belanja alat tulis, rapat-rapat, dan lain sebagainya. Semua akan kami efisienkan,” jelasnya.

Terkait besaran anggaran yang akan dihemat, Gus Ipul mengatakan saat ini masih dalam tahap perhitungan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

“Mungkin bulan depan sudah bisa kami hitung. Saat ini masih dalam proses,” katanya.

Sebagai gambaran, Kemensos mampu melakukan efisiensi sekitar Rp1 miliar dari penghematan listrik pada 2025.

“Itu baru dari listrik saja, belum termasuk komponen lainnya. Nanti tentu akan menyesuaikan,” pungkas Gus Ipul.

WFH di Pertengahan Minggu

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved