Kamis, 23 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari Sepekan, Wilayah 3T dan Rawan Stunting Dikecualikan

Di tengah langkah Kementerian Keuangan yang memangkas operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi lima hari sepekan

Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Tribunnews/Nitis
MENKEU PURBAYA -- Program Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari Sepekan, Wilayah 3T dan Rawan Stunting Dikecualikan 

BANGKAPOS.COM - Di tengah langkah Kementerian Keuangan yang memangkas operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi lima hari sepekan demi efisiensi, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk tidak memotong anggaran program unggulan tersebut.

Sebagai jalan tengah, wilayah 3T dan daerah rawan stunting tetap diprioritaskan menerima program selama enam hari penuh.

Berikut ulasan lengkapnya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa program MBG akan dijalankan selama lima hari dalam sepekan sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran pemerintah.

Baca juga: Update Harga BBM Senin 30 Maret 2026: Pertamina, Shell, BP, hingga Vivo Kompak Naik

“Di tempat lain, di seluruh kementerian ada efisiensi. Ada tahap ketiga yang kita desain untuk menutup kekurangan anggaran yang ada,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Menurutnya, perubahan skema ini bukan untuk mengurangi tujuan utama program, melainkan sebagai bentuk penyesuaian agar pelaksanaan tetap optimal dan berkelanjutan di tengah kondisi fiskal saat ini.

Purbaya menegaskan, kebijakan tersebut tidak akan mengurangi kualitas maupun manfaat yang diterima masyarakat.

“Artinya menyesuaikan dengan perkembangan keadaan. Jadi harusnya tidak ada masalah,” katanya.

Ia juga memastikan tidak ada pemangkasan anggaran secara langsung terhadap program MBG. Efisiensi, kata dia, berasal dari internal pelaksana program, yakni Badan Gizi Nasional (BGN).

“MBG tidak saya potong. Mereka (BGN) melakukan efisiensi sendiri. Selama ada efisiensinya dan tidak mengurangi kualitas makanannya, saya setuju saja,” ujarnya.

Dengan demikian, pemerintah memberikan ruang bagi pelaksana program untuk mengatur strategi operasional yang lebih hemat tanpa menurunkan standar layanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, BGN menetapkan adanya pengecualian dalam pelaksanaan program tersebut. Program MBG tetap dijalankan enam hari dalam sepekan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan anak-anak di wilayah rentan tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup setiap hari.

“Pemberian MBG untuk daerah 3T dan risiko stunting tinggi dilakukan selama enam hari sekolah atau Senin sampai Sabtu. Ini merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” ujar Dadan dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program didasarkan pada data terbaru Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan, serta melibatkan dinas pendidikan dan kesehatan daerah untuk memastikan ketepatan sasaran.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved