Jumat, 8 Mei 2026

Terungkap Motif Trump Serang Iran: Israel Tidak Pernah Membujuk Saya

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan hal yang membuat dirinya menyerang Iran.

Tayang:
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Kompas.com/Wikimedia Commons
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump 

BANGKAPOS.COM - Dunia saat ini sedang dilanda krisis energi karena polemik perang di timur tengah antara Iran, Amerika Serikat dan Israel.

Lantas apa yang membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerang Iran.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan hal yang membuat dirinya menyerang Iran.

Ia mengklaim Israel tak pernah merayunya menyerang Iran.

Ia menegaskan keyakinannya bahwa Iran tak boleh punya senjata nuklir yang mendorongnya melakukan serangan ke negara tersebut.

Baca juga: Sosok Hendrikus Rahayaan Pembunuh Nus Kei: Keponakan John Kei dan Altet MMA

Hal itu diungkapkan Trump jelang berakhirnya gencatan senjata Iran-AS.

“Israel tidak pernah membujuk saya untuk berperang dengan Iran,” tulis Trump di media sosial Truth, Senin (20/4/2026).

“Hasil, 7 Oktober (serangan Hamas ke Israel), yang menambah keyakinan saya seumur hidup bahwa Iran tak akan pernah memiliki senjata nuklir, justru yang membujuk saya,” tambahnya.

Ia mengatakan bahwa para pakar telah mengatakan kebohongan dan cerita yang dibuat-buat.

Selain itu, menurutnya  jajak pendapat yang muncul di siaran TV telah dimanipulasi, dan menyamakannya dengan saat pemilu 2020, ketika dirinya kalah dalam pemilihan presiden.

Trump kerap menyebut pemilihan presiden itu telah dimanipulasi. Ia juga menyentil agar terjadi perubahan rezim bisa terjadi di Iran.

“Dan jika para pemimpin baru Iran (Perubahan Rezim!) cerdas, Iran dapat memiliki masa depan yang hebat dan Makmur,” tutupnya.

Jelang berakhirnya gencatan senjata Iran-AS, konflik kedua negara bahkan semakin memanas.

Apalagi setelah terjadinya serangan AS kepada kapal Iran yang berusaha menembus blokade Washington bagi kapal yang ingin masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.

Keadaan itu membuat perundingan damai Iran-AS yang kedua semakin terancam.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved