Jumat, 12 Juni 2026

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Didemo Sampai Ricuh, Simak Daftar Kontroversi Mobil dan Rumah Dinasnya

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud jadi target demontrasi massa yang kemudian berakhir ricuh pada Selasa (21/4/2026) malam.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Kompas.com
DIDEMO - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, berjalan meninggalkan Kantor Gubernur Kalimantan Timur menuju rumah jabatan dengan pengawalan aparat, Selasa (21/4/2026) malam, tanpa memberikan keterangan kepada wartawan usai aksi unjuk rasa berujung ricuh. 

BANGKAPOS.COM - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud jadi target demontrasi massa yang kemudian berakhir ricuh pada Selasa (21/4/2026) malam.

Sosok ini sebelumnya memang jadi kontroversi karena kebijakannya.

Di antaranya karena anggaran untuk mobil dinas Rp8,5 M dan renovasi rumah dinas Rp25 miliar.

Aksi demontrasi terhadap Rudy Mas'ud yang berlangsung siang hingga malam itu berakhir ricuh.

Ketegangan tak terhindarkan hingga aparat keamanan akhirnya memukul mundur massa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi mulai mereda sekitar satu jam setelah kericuhan.

Di saat itulah Rudy Mas’ud terlihat keluar dari Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Ia meninggalkan kantor sekitar pukul 21.10 WITA dengan pengawalan ketat aparat. Langkahnya terlihat cepat, langsung menuju rumah jabatan yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi.

Namun yang menjadi perhatian, Rudy tidak memberikan pernyataan apa pun.

Sejumlah wartawan yang telah menunggu mencoba meminta klarifikasi, baik terkait tuntutan massa maupun penyebab kericuhan.

Tapi upaya itu tak membuahkan hasil.

Gubernur Kalimantan Timur tersebut tetap bungkam dan berlalu begitu saja, sebelum akhirnya masuk ke kediaman dinasnya tanpa sepatah kata pun.

Sikap ini langsung memicu perhatian publik. Di tengah situasi yang masih hangat, ketidakhadiran dialog dari pimpinan daerah justru memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait alasan Gubernur Rudy Mas’ud tidak menemui massa maupun tanggapan atas aksi yang berujung ricuh tersebut.

Kapolda Kalimantan Timur, Endar Priantoro, mengonfirmasi bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur sebenarnya berada di dalam gedung saat aksi berlangsung.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved