Jumat, 8 Mei 2026

Harta Kekayaan Safrani, Sekretaris DPRD yang Didesak Mundur oleh Bupati Lahat, Capai Rp1 M

Safrani kena semprot sang bupati lantaran penundaan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ)

Tayang:
Kolase via Sripoku.com
safrani -- Inilah profil H Safrani Cikmin, Sekretaris DPRD (Sekwan) yang didesak mundur oleh Bupati Lahat, Bursah Zarnubi. 

Ringkasan Berita:Mengulik harta kekayaan H Safrani Cikmin, Sekretarus DPRD (Sekwan) yang didesak mundur oleh Bupati Lahat, Bursah Zarnubi. Safrani kena semprot sang bupati lantaran penundaan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 

 

BANGKAPOS.COM -- Segini harta kekayaan H Safrani Cikmin, Sekretarus DPRD (Sekwan) yang didesak mundur oleh Bupati Lahat, Bursah Zarnubi.

Safrani kena semprot sang bupati lantaran penundaan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di ruang rapat utama DPRD Lahat.

Terang-terangan Bupati Lahat meminta Safrani mengundurkan diri.

Ia menilai Safrani membuat rusuh rapat dengan DPRD tersebut.

Baca juga: Daftar Harga Terbaru LPG 5,5 Kg dan 12 Kg di Pangkalpinang: Permintaan Mulai Merosot

Desakan Safrani Cikmin untuk menanggalkan jabatannya sebagai Sekretaris DPRD (Sekwan) dilayangkan oleh Bupati Lahat, Bursah Zarnubi.

Hal itu diungkapnya setelah acara pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lahat yang digelar pada Selasa (21/4/2026).

Diketahui, pemicu Bursah murka kepada Sekwan H. Safrani adalah soal penundaan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di ruang rapat utama DPRD Lahat.

Penundaan itu dinilai mencoreng kinerja dan kedisiplinan pemerintahan daerah.

Bursah menilai Sekwan membuat rusuh rapat dengan DPRD tersebut. 

"Mundur saja karena dia membuat rusuh antara kami dengan DPR. DPR kan datang, dia tidak menghormati pergantian pejabat," kata Bursah Zarnubi, dikutip dari Instagram @sumsel.keras, Selasa (21/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Bursah juga menjelaskan alasan Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, dan dirinya sempat menunda soal pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. 

"Padahal saya sudah bilang kenapa tidak hadir karena Ibu Widia ada urusan di pendidikan. Kami sudah menjelaskan kalau ada urusan di Jakarta, mundurlah rapat tersebut hari ini. Saya juga ada banyak urusan, ada tugas di Jakarta; dia tidak menghormati forum," ujarnya.

 
Tak hanya itu, Bursah juga menegaskan bahwa ia tidak takut untuk dikritik.

"Saya tidak takut dikritik, karena tanpa kritik negara enggak akan maju," katanya. "Jangan yang benar kamu kritik," imbuhnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved