Bangka Pos Hari Ini
10 Jam Terjebak di Gerbong Hancur, Kisah Endang Selamat dari Tabrakan KA Argo Bromo-KRL
Salah satu kisah dramatis datang dari Endang Kuswati (40), penumpang gerbong khusus wanita yang bertahan hidup setelah terjebak selama sekitar 10 jam
BANGKAPOS.COM, BEKASI - Kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, menyisakan trauma mendalam bagi para korban selamat.
Salah satu kisah dramatis datang dari Endang Kuswati (40), penumpang gerbong khusus wanita yang bertahan hidup setelah terjebak selama sekitar 10 jam di dalam gerbong yang hancur.
Peristiwa itu terjadi saat Endang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, menuju rumahnya di Cibitung. Sekitar pukul 20.52 WIB, rangkaian kereta yang ditumpanginya terlibat tabrakan hebat.
Sepupu korban, Iqbal mengatakan Endang sempat menghubungi keluarga sekitar pukul 22.00 WIB untuk memberi kabar bahwa dirinya menjadi korban dalam insiden tersebut.
“Iya, waktu awal masih sempat buka handphone, ngabarin keluarga. Dia sampaikan bahwa dia ada di dalam kereta yang kecelakaan, sambil menangis minta tolong supaya diselamatkan,” ujarnya saat ditemui di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4).
Keluarga yang mendapat kabar itu langsung menuju lokasi. Namun, hingga dini hari, mereka belum mengetahui kondisi pasti Endang.
Kepastian baru diperoleh sekitar pukul 02.00 WIB setelah melihat foto di lokasi kejadian yang menunjukkan Endang masih terjepit di dalam gerbong dalam kondisi lemah dan mendapat bantuan oksigen.
Petugas kemudian memberikan akses kepada suami dan anak Endang untuk mendekat dan memberi dukungan moral.
“Suami dan anaknya sempat mendampingi, memberikan semangat,” kata Iqbal.
Selama proses evakuasi, Endang dilaporkan tetap sadar meski kondisinya lemah. Ia terjebak dalam posisi setengah berdiri di antara tumpukan penumpang lain, termasuk korban yang sudah tidak bernyawa.
Posisi di bagian belakang gerbong membuatnya sulit dijangkau tim penyelamat.
“Dia berada di antara korban lain, dan jadi salah satu yang terakhir dievakuasi,” ujarnya.
Endang akhirnya berhasil dikeluarkan dari reruntuhan sekitar pukul 07.00 WIB, setelah petugas mengevakuasi
korban lain di depannya. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Saat ini, Endang menjalani perawatan intensif dengan kondisi lemah dan mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh akibat tekanan dan benturan selama terjebak.
“Sekarang masih dirontgen untuk memastikan ada tidaknya patah tulang,” kata Iqbal.
| Lampu Hijau Berujung Petaka, Truk Pupuk Tabrak Motor di Pangkalpinang, 3 Orang Meninggal |
|
|---|
| Kompak Pangkas Mobil Dinas, Bupati dan Wali Kota Siasati Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi |
|
|---|
| Kisah Guru Honorer Gowes 6 Km Berbuah Manis, Abdul Azis Dapat Motor dari Donasi |
|
|---|
| Harga LPG Nonsubsidi Melonjak, Warga Babel Berpotensi Beralih ke 'Gas Melon' |
|
|---|
| Residivis di Pangkalpinang Kuasai Sabu Rp3 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260429-Bangka-Pos-Rabu.jpg)