Kamis, 30 April 2026

Ada Usulan Gerbong KRL Khusus Perempuan Dipindah ke Tengah, Begini Reaksi Dirut KAI

KAI merespons usulan gerbong khusus perempuan pada KRL Commuter Line dipindahkan ke bagian tengah rangkaian kereta

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Dok istimewa/(TribunBekasi/RendyRutamaPutra)
KECELAKAAN KERETA API- Kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. Kecelakaan maut antara KRL commuter line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi menewaskan 7 orang dan melukai 81 penumpang. Evakuasi korban berlangsung dramatis hingga dini hari. 

BANGKAPOS.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI merespons usulan gerbong khusus perempuan pada KRL Commuter Line dipindahkan ke bagian tengah rangkaian kereta, menyusul kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat pada Senin (27/4/2026) malam.

Seperti diketahui, dalam kecelakaan itu, Kereta Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line tujuan Cikarang yang sedang berhenti, dari belakang. Akibatnya, yang paling terdampak adalah gerbong khusus perempuan yang berada paling belakang di KRL Commuter Line.

Terkait usulan tersebut, Direktur Utama (Dirut) KAI Bobby Rasyidin menegaskan, keselamatan penumpang tidak dibedakan berdasarkan gender.

"KAI menjamin keselamatan, bagi keselamatan tidak ada toleransi sama sekali, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan gender laki dan perempuan," ucapnya dalam konferensi pers, Rabu (29/4/2026).

Bobby menekankan keselamatan penumpang merupakan prioritas utama pihaknya. Ia kembali menyatakan tidak ada toleransi maupun kompromi dalam aspek keselamatan.

"Bagi kami PT Kereta Api Indonesia keselamatan adalah nomor satu. Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi, baik pelanggan atau pengguna jasa perempuan maupun pengguna jasa laki-laki," tegasnya.

Dia menjelaskan, penempatan gerbong khusus perempuan mempertimbangkan kenyamanan, kemudahan, serta keamanan di dalam kereta. 

"Selama ini kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses, dan tentunya kemanan di dalam kereta juga," tuturnya.

Usulan agar gerbong perempuan dipindah ke bagian tengah rangkaian kereta Commuter Line disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi.

"Kalau tadi kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," kata Arifah di Bekasi, Selasa (28/4/2026).

"Jadi yang laki-laki di ujung. Yang depan, belakang laki-laki. Yang perempuan di tengah," sambungnya.

Korban Meninggal 16 Orang

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta yang melibatkan Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat pada Senin (27/4/2026) malam lalu, bertambah menjadi 16 orang.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (29/4/2026).

"Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang," ungkapnya.

  
Menurut penjelasannya, satu korban meninggal dunia tersebut sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved