Senin, 18 Mei 2026

SMAN 1 Pontianak Bantah Josepha Alexandra Kena Mental Usai Polemik LCC MPR RI: Hoaks

Dalam pesan tersebut, pengirim meminta agar video protes yang diunggah di Instagram segera dihapus.

Tayang:
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Rusaidah
Dok Istimewa/Capture YouTube
PLEMIK LCC -- Polemik Final LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar menjadi sorotan setelah dua jawaban peserta dinilai berbeda oleh juri. KPAI meminta evaluasi terbuka demi melindungi psikologis siswa dan menjaga sportivitas kompetisi pendidikan. 

BANGKAPOS.COM -- Pihak SMAN 1 Pontianak membantah Josepha Alexandra mengalami tekanan mental usai adanya ancaman somasi yang dilayangkan terhadap  Josepha Alexandra alias Ocha.

Diketahui di media sosial viral tangkapan layar  berisi dugaan ancaman somasi terhadap Josepha usai dirinya memprotes jawaban pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.

Dalam pesan tersebut, pengirim meminta agar video protes yang diunggah di Instagram segera dihapus.

“Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi,” demikian isi pesan yang beredar di media sosial.

Baca juga: 14 Butir Amunisi, Deretan Barang Bukti Bripka Arya Ditembak, Pelaku Bahroni Tewas, Hamli Kubur Senpi

Informasi mengenai dugaan ancaman tersebut pertama kali muncul melalui unggahan akun Threads @zvanniisygg yang mengaku berasal dari pihak keluarga. Unggahan itu kemudian menyebar luas dan memicu kekhawatiran publik terhadap kondisi psikologis Ocha.

Tak hanya itu, akun @will_bertus1996 juga sempat menuliskan narasi yang menyebut Josepha Alexandra menjadi murung setelah polemik perlombaan tersebut viral. Dalam unggahannya, akun itu meminta keadilan bagi Ocha dan menyebut siswi tersebut sering mengurung diri di kamar.

"Mohon keadilan untuk keponakan saya khususnya ananda Ocha. ybs yg menjawab pertanyaan dgn benar dari kelompok C dan umum utk SMAN 1 yang harusnya mewakili Kalbar, ponakan saya skrg jd murung dan mengurung diri di kamar," tulis akun tersebut.

Menanggapi kabar yang terus berkembang, pihak SMAN 1 Pontianak akhirnya memberikan klarifikasi resmi melalui akun Instagram sekolah.

Mereka membantah kabar yang menyebut Josepha Alexandra mengalami tekanan mental atau intimidasi akibat polemik tersebut.

Sekolah memastikan informasi mengenai kondisi psikologis Ocha yang beredar di media sosial tidak benar.

Pihak sekolah juga meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Terimakasih atas atensi besar dan kepedulian terhadap Yosepha. Kami mengonfirmasi bahwa berita ini hoax dan tidak bersangkutan dengan Yosepha," tulis akun resmi sekolah.

Di tengah polemik yang masih berlangsung, Josepha Alexandra justru mendapatkan perhatian dari tingkat pusat.

Ia diketahui diundang bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta.

Pertemuan yang berlangsung di Istana Wakil Presiden tersebut disebut berisi motivasi dan arahan mengenai public speaking serta cara menghadapi perdebatan di ruang publik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved