Video
Video: Pertemuan Trump dan Xi Dinilai Bukan Tanda Rivalitas AS-China Mereda
Sejumlah pengamat menilai pertemuan itu lebih mencerminkan upaya menjaga rivalitas agar tidak berkembang
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM -- Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Kamis (15/5/2026) dinilai belum menunjukkan meredanya persaingan antara dua negara besar tersebut.
Sejumlah pengamat menilai pertemuan itu lebih mencerminkan upaya menjaga rivalitas agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka yang berpotensi mengganggu stabilitas dunia.
Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD), Ahmad Khoirul Umam, menyebut pertemuan Trump dan Xi lebih tepat dipahami sebagai langkah manajemen krisis antar kekuatan global dibandingkan rekonsiliasi hubungan politik.
Baca juga: Harga HP Samsung A57 5G dan A37 Bulan Mei 2026 Makin Murah, Series A Baru Rilis Intip Dulu Speknya
Baca juga: Penembakan Anggota TNI di Kafe Palembang Diusut, Kodam II/Sriwijaya Pastikan Transparan
Menurutnya, pernyataan Xi Jinping mengenai konsep Thucydides Trap menjadi sinyal bahwa China melihat rivalitas dengan Amerika Serikat telah memasuki persaingan struktural antara kekuatan lama dan kekuatan baru.
Ia menilai isu Taiwan masih menjadi titik paling sensitif dalam hubungan kedua negara.
Bahkan, Xi disebut memberi peringatan mengenai potensi konflik apabila persoalan Taiwan tidak dikelola secara hati-hati.
Di sektor ekonomi dan politik global, Umam menilai hubungan AS dan China kini berada dalam fase competitive interdependence, yakni kondisi ketika kedua negara tetap bersaing ketat tetapi saling membutuhkan demi menjaga stabilitas sistem global.
Ia juga menyoroti minimnya terobosan konkret dari pertemuan Trump dan Xi, meski dipenuhi simbol serta gestur diplomatik.
Lebih lanjut, Umam mengingatkan bahwa rivalitas antara AS dan China akan semakin berdampak pada berbagai sektor strategis dunia.
Negara berkembang seperti Indonesia pun dinilai bakal menghadapi tekanan geopolitik yang semakin rumit di tengah memanasnya hubungan kedua negara.
Selain itu, Umam mengaitkan pertemuan Trump-Xi dengan dinamika konflik di Timur Tengah, khususnya terkait Iran dan keamanan jalur energi global.
Menurutnya, dunia saat ini memasuki fase geopolitik yang lebih berbahaya karena berbagai krisis internasional mulai saling berkaitan satu sama lain.
(Bangkapos.com)
| Video: Rusia Turun Perang, Jet Tempur Su-35S Tembak Jatuh F-16AS Ukraina, 13 Bom ke Lokasi Haddad |
|
|---|
| Video: Viral Delegasi AS Buang Semua Barang Hadiah dari China, Mulai Pin hingga Ponsel Sekali Pakai |
|
|---|
| Video : Polda Babel Tangkap 5 Debt Collector, Diduga Kuasai 247 Mobil dalam Sebulan |
|
|---|
| Video : Iran Klaim Bongkar Teknologi Rudal Tomahawk AS, Rekayasa Balik Senjata yang Gagal Meledak |
|
|---|
| Video : Aliansi Teluk Retak? UEA Disebut Ajak Balas Serangan Iran, Arab Saudi dan Qatar Menolak |
|
|---|