Jumat, 22 Mei 2026

Prabowo Soroti Harga Sawit dan Nikel Ditentukan Negara Asing: Tidak Boleh Terjadi

Prabowo mencontohkan komoditas kelapa sawit yang hingga kini dinilai masih dipengaruhi mekanisme harga dari luar negeri

Tayang:
YouTube Sekretariat Presiden
PERAMPINGAN BUMN -- Presiden Prabowo Bakal Kurangi BUMN dari 1.000 jadi 200, Warga Asing Bisa Bekerja 

BANGKAPOS.COM -- Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tekad pemerintah untuk memperkuat kedaulatan Indonesia atas pengelolaan sumber daya alam nasional tanpa bergantung pada campur tangan negara lain.

Dalam pidatonya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Prabowo menyoroti pentingnya Indonesia memiliki kendali penuh terhadap penentuan harga komoditas strategis yang selama ini menjadi andalan ekspor nasional.

Menurutnya, Indonesia seharusnya memiliki posisi tawar yang lebih kuat karena merupakan salah satu negara dengan kekayaan alam terbesar di dunia.

Prabowo mencontohkan komoditas kelapa sawit yang hingga kini dinilai masih dipengaruhi mekanisme harga dari luar negeri, padahal Indonesia merupakan produsen sawit terbesar dunia.

Baca juga: 53 Posbankum Tersebar di Bangka Selatan, Riza Herdavid Diganjar Penghargaan Menteri Hukum

"Kita merasa aneh bahwa kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia, tapi harga kelapa sawit ditentukan oleh negara lain. Saya katakan kepada menteri saya, ini tidak boleh terjadi, saya tidak mau kelapa sawit kita ditentukan bangsa lain," ujar Prabowo.

Selain kelapa sawit, pemerintah juga ingin mengambil kendali dalam penetapan harga komoditas strategis lain seperti nikel, emas, hingga hasil tambang nasional lainnya.

Prabowo menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia seharusnya ditentukan nilainya oleh bangsa sendiri, bukan mengikuti keputusan pihak luar. Karena itu, ia menginstruksikan jajaran kabinet untuk segera merumuskan sistem penetapan harga komoditas secara mandiri di dalam negeri.

"Nikel kita juga ditentukan harganya oleh negara lain, tidak boleh, saya instruksikan kabinet saya, rumuskan harga nikel, emas, dan harga semua tambang kita dan semua komoditas harus ditentukan di negara kita sendiri," sambungnya.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional sekaligus menjaga kedaulatan atas sumber daya alam Indonesia.

Tak Masalah Jika Negara Lain Tidak Membeli

Prabowo juga menyatakan dirinya tidak mempermasalahkan apabila ada negara lain yang enggan membeli komoditas unggulan Indonesia seperti emas, nikel, kelapa sawit, maupun hasil tambang lainnya.

Menurutnya, lebih baik sumber daya alam tersebut disimpan demi generasi mendatang daripada dijual murah mengikuti harga yang ditentukan pihak luar.

Ia pun meminta dukungan DPR agar pemerintah dapat menjalankan langkah tersebut secara bersama-sama demi kepentingan nasional.

"Kalau mereka enggak mau beli, ya enggak apa-apa, biar saja itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti. Daripada kita jual murah. Saya minta dukungan majelis ini marilah bersama-sama, sepertinya saya lebih marah ini daripada banyak kekuatan ini," ujar Prabowo.

Singgung Kebocoran Kekayaan Negara

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang menurutnya masih mengalami kebocoran kekayaan ke luar negeri.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved