Rabu, 3 Juni 2026

DPR Bakal Panggil PLN Usai Blackout Sumatra, Soroti Penyebab hingga Ketahanan Listrik

Komisi XII DPR RI berencana memanggil PLN terkait pemadaman listrik massal di Sumatra. DPR menyoroti penyebab blackout, evaluasi jaringan transmisi

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
PEMADAMAN SERENTAK- Suasana gelap menyelimuti kawasan di Kota Medan saat pemadaman listrik serentak terjadi sejak pukul 18.45 WIB. Gangguan yang disebut meluas hingga wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) membuat aktivitas masyarakat terganggu dan warga masih menunggu informasi resmi terkait penyebab serta waktu normalisasi listrik. 

Ringkasan Berita:
  • Pemadaman listrik massal yang melanda sebagian wilayah Sumatra memicu perhatian DPR RI.
  • Komisi XII berencana memanggil PLN untuk mengungkap penyebab blackout, mengevaluasi sistem transmisi, serta menyiapkan strategi pencegahan agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.

 

BANGKAPOS.COM--Komisi XII DPR RI berencana memanggil PT PLN (Persero) untuk meminta penjelasan terkait insiden pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir pekan.

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk mengurai penyebab gangguan listrik berskala besar sekaligus mengevaluasi sistem ketahanan energi nasional.

Langkah DPR dilakukan menyusul munculnya kekhawatiran terhadap keandalan jaringan kelistrikan di Sumatra, mengingat wilayah tersebut dikenal memiliki sumber daya energi yang melimpah namun masih mengalami gangguan besar pada sistem distribusi listrik.

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno mengatakan pihaknya ingin memperoleh penjelasan menyeluruh mengenai akar masalah pemadaman, termasuk dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat maupun sektor ekonomi.

Menurutnya, DPR juga akan meminta PLN menyiapkan strategi mitigasi yang lebih kuat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

"Kami ingin memahami permasalahan pembangkitan termasuk juga jaringan yang terdampak. Kami akan secara teratur memanggil RDP kepada PLN. Tetapi khusus untuk kasus ini, kami ingin memperoleh penjelasan yang lebih komprehensif dalam waktu dekat," ujarnya.

DPR Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Senada dengan itu, anggota Komisi XII dari Fraksi Gerindra, Ramson Siagian menilai PLN perlu memaparkan secara rinci penyebab gangguan hingga langkah antisipasi yang akan diterapkan.

Meski demikian, menurutnya Komisi XII akan lebih dahulu menggelar pembahasan internal sebelum menentukan jadwal resmi pemanggilan pihak PLN.

Ia menilai persoalan pasokan energi pembangkit seharusnya bukan menjadi hambatan utama mengingat kondisi sistem listrik saat ini masih berada pada situasi kelebihan pasokan (oversupply).

Namun demikian, Ramson menyoroti aspek keandalan jalur transmisi yang dinilai masih rentan mengalami gangguan.

Menurutnya, jaringan transmisi di wilayah Jawa dan Sumatra memerlukan perhatian khusus melalui peningkatan pemeliharaan dan pengawasan secara berkala.

"Pemeliharaan serta pengawasan jaringan transmisi perlu ditingkatkan karena jalur tersebut cukup rentan apabila terjadi gangguan," ujarnya.

PLN UIW Bangka Belitung berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk kepolisian setempat, dalam rangka mendukung kelancaran pengamanan dan menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Idul Fitri 1447 H.
PLN UIW Bangka Belitung berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk kepolisian setempat, dalam rangka mendukung kelancaran pengamanan dan menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Idul Fitri 1447 H. (Dokumentasi/PLN UIW Babel)

Usulan Sumatra Mandiri Energi

Di sisi lain, anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi NasDem, Syarif Fasha mengusulkan konsep kemandirian energi di setiap provinsi di Sumatra agar tidak terlalu bergantung pada sistem interkoneksi listrik yang berlaku saat ini.

Menurutnya, masing-masing daerah memiliki potensi sumber energi yang dapat dikembangkan secara mandiri, mulai dari energi berbasis batu bara, gas alam, tenaga air hingga energi surya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved