Selasa, 14 April 2026

Doa dan Amalan

Doa Saat Mendengar Kabar Kematian untuk Jenazah Laki-Laki dan Perempuan

Doa ketika mendengar kabar duka lengkap: doa istirja’, doa untuk jenazah laki-laki dan perempuan, beserta makna spiritualnya sesuai ajaran Islam

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Dok/bapos
DOA MENDENGAR KABAR KEMATIAN--Ilustrasi jenazah, Doa Saat Mendengar Kabar Kematian untuk Jenazah Laki-Laki dan Perempuan 

BANGKAPOS.COM--Dalam kehidupan, setiap manusia pasti akan berhadapan dengan kematian, baik itu keluarga, sahabat, maupun orang yang dikenal.

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk tetap tenang, bersabar, dan mendoakan orang yang telah berpulang kepada Allah SWT.

Ketika seorang Muslim mendengar kabar duka, maka disunnahkan baginya untuk segera mengucapkan doa dan istirja’ sebuah kalimat yang menunjukkan kepasrahan dan keikhlasan terhadap ketentuan Allah SWT.

Doa tersebut bukan sekadar ucapan belasungkawa, tetapi juga bentuk pengakuan bahwa semua yang ada di dunia hanyalah titipan Allah dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.

Berikut ini adalah rangkaian doa yang bisa diamalkan saat mendengar kabar seseorang meninggal dunia, baik untuk jenazah laki-laki maupun perempuan, lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.

Doa Saat Mendengar Kabar Orang Meninggal

Doa ini diucapkan ketika seseorang mendengar kabar duka untuk pertama kalinya.

Bacaan ini dikenal sebagai doa istirja’, yang berasal dari firman Allah dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 156:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali.’”
Selain kalimat tersebut, Rasulullah juga mengajarkan doa yang lebih lengkap untuk mendoakan kebaikan bagi yang telah wafat.

Tulisan Arab:

إِنَّا ِللهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ،
اللَّهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ فِي الْمُحْسِنِينَ،
وَاجْعَلْ كِتَابَهُ فِي عِلِّيِّينَ،
وَاخْلُفْهُ فِي أَهْلِهِ فِي الْغَابِرِينَ،
وَلَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ.

Tulisan Latin:

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, wa inna ila rabbina lamunqalibun.
Allahummaktubhu ‘indaka fil muhsinin,
waj‘al kitabahu fi ‘illiyyin,
wakhlufhu fi ahlihi fil ghabirin,
wa la tahrimna ajrahu, wa la taftinna ba‘dahu.

Artinya:

“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Ya Allah, catatlah dia di sisi-Mu sebagai orang yang berbuat baik, tempatkanlah catatannya di derajat yang tinggi (Illiyyin). Berilah pengganti yang baik bagi keluarganya yang ditinggalkan. Janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya dan janganlah Engkau uji kami setelah kepergiannya.”

Doa ini mengandung makna mendalam bukan hanya untuk mendoakan almarhum, tetapi juga untuk menguatkan hati orang yang masih hidup agar tabah menghadapi kehilangan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved