Minggu, 31 Mei 2026

Doa dan Amalan

Hati-hati Cara Berdoa Seperti ini, Buat Doa Tidak Mudah Dikabulkan

KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menegaskan doa sebaiknya dilakukan dengan penuh ketundukan, bukan menggurui Allah.

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
YouTube NGAJI KYAI TERJEMAH
Gus Baha kembali memberikan pesan mendalam kepada umat Islam tentang adab dalam berdoa. 
Ringkasan Berita:
  • Gus Baha mengingatkan umat Islam untuk berdoa dengan tunduk, bukan seolah mengatur Allah SWT.
  • Ia menekankan, doa harus disertai keyakinan bahwa Allah Maha Tahu cara terbaik mengabulkan permintaan, dan ibadah terbaik untuk melancarkan rezeki adalah bekerja dengan niat ikhlas.

 

BANGKAPOS.COM--Ulama kharismatik KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha kembali memberikan pesan mendalam kepada umat Islam tentang adab dalam berdoa.

Dalam sebuah kajian yang diunggah di kanal YouTube Santri Kalong, Gus Baha menegaskan bahwa tidak semua doa otomatis menjadi jalan terkabulnya permintaan seorang hamba.

Bahkan, ada jenis doa yang justru dapat menjadi penghambat.

Menurut Gus Baha, salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah berdoa dengan nada menggurui Allah SWT, seolah-olah manusia tahu cara terbaik bagi Tuhan dalam mengatur hidup hamba-Nya.

“Makanya nggak boleh doa menggurui Allah itu nggak boleh, karena doa seperti itu justru menghambat,” ujar Gus Baha dalam ceramahnya.

Doa Harus Penuh Ketundukan, Bukan Instruksi

Gus Baha menjelaskan bahwa hakikat doa adalah pengakuan atas keterbatasan manusia dan penghambaan total kepada Allah SWT.

Ketika seseorang berdoa, sejatinya ia sedang menempatkan dirinya sebagai peminta, bukan sebagai pihak yang mengatur.

“Wong kita ini minta, dan bukti kita bahwa Allah itu pemberi,” tuturnya.

“Sama orang minta sama Allah itu harusnya kamu beri iman bahwa Allah itu pemberi, dan kamu apapun hebatnya hanyalah seorang peminta.”

Ia menambahkan, aktivitas meminta itu sendiri sudah bernilai ibadah, asalkan dilakukan dengan adab yang benar, yakni penuh rendah hati dan keyakinan.

Dalil Al-Qur’an tentang Perintah Berdoa

Gus Baha kemudian mengingatkan bahwa perintah berdoa secara tegas telah disebutkan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Ghafir ayat 60:

Arab : 

﴿ وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ﴾

Latin:

Wa qāla rabbukum ud‘ūnī astajib lakum, innallażīna yastakbirụna ‘an ‘ibādatī sayadkhulụna jahannama dākhirīn.

Artinya:

“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (QS Al-Ghafir: 60)

Ayat ini, menurut Gus Baha, menegaskan bahwa doa adalah bentuk ibadah.

Namun kesombongan dalam doa merasa paling tahu atau memaksa kehendak pribadi justru dapat menjauhkan seseorang dari nilai ibadah itu sendiri.

Yakin Allah Lebih Tahu yang Terbaik

Lebih lanjut, Gus Baha menekankan pentingnya keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang paling baik bagi hamba-Nya, termasuk cara dan waktu pengabulan doa.

“Karena setelah itu kita yakin Allah itu Maha Tahu, maka cara menjawabnya itu terserah Allah, bukan terserah kita,” tegasnya.

“Sebab kalau terserah kita itu malah nggak baik buat kita.”

Menurutnya, manusia sering kali hanya melihat sesuatu dari sudut pandang sempit, sementara Allah melihat keseluruhan akibat dan hikmah di balik setiap kejadian.

Contoh Doa yang Keliru

Untuk mempermudah pemahaman, Gus Baha memberikan contoh yang disampaikan dengan gaya humor namun sarat makna.

“Ada orang berdoa: ‘Ya Allah, berilah aku rezeki tanpa bekerja.’ Singkat cerita, dia malah dipenjara dan tiap hari dikasih makan tanpa kerja,” kata Gus Baha sambil tersenyum.

Ia menjelaskan bahwa secara harfiah doa tersebut memang terkabul, tetapi dengan cara yang tidak diharapkan oleh si pemohon.

Hal ini menjadi pelajaran bahwa Allah mengabulkan doa sesuai kebijaksanaan-Nya, bukan sesuai logika manusia semata.

Ibadah yang Melancarkan Rezeki

Selain membahas adab berdoa, Gus Baha juga menyinggung amalan yang kerap diremehkan namun memiliki nilai ibadah tinggi, yakni bekerja.

Menurutnya, bekerja dengan niat yang benar merupakan ibadah besar yang dapat membuka pintu rezeki.

“Sebaik-baiknya ibadah itu bekerja,” ungkapnya.

“Orang yang tetap bekerja sesuai kemampuannya, itu ibadah terbaik.”

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

“Orang yang bekerja untuk menghidupi keluarganya adalah seperti pejuang di jalan Allah.” (HR. Ahmad)

Dalil ini sesuai sabda Rasulullah : 

Arab:

اَلْكَادُّ عَلَى عِيَالِهِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللهِ

Latin:

Al-kāddu ‘alā ‘iyālihi kal-mujāhidi fī sabīlillāh.

Artinya:

“Orang yang bekerja untuk menghidupi keluarganya adalah seperti pejuang di jalan Allah.” (HR. Ahmad)

Pesan Penting Gus Baha

Dari penjelasan Gus Baha, terdapat beberapa pesan utama bagi umat Islam:

  • Berdoalah dengan penuh ketundukan, bukan dengan nada mengatur Allah.
  • Yakini bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
  • Jangan meninggalkan ikhtiar, karena bekerja dengan niat ikhlas adalah ibadah yang agung.

Melalui pesan-pesan ini, Gus Baha mengajak umat Islam untuk memperbaiki cara berdoa sekaligus memperkuat ikhtiar, agar kehidupan dunia dan akhirat berjalan seimbang dalam ridha Allah SWT.


(Bangkapos.com/Zulkodri)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved