Jumat, 17 April 2026

Ramadhan 2026

5 Kultum Ramadhan Singkat 7 Menit Tentang Sabar: Ramadhan 1447 H / 2026

5 Teks Kultum Ramadhan 2026 (1447 H) tentang sabar. Materi singkat 7 menit yang inspiratif untuk ceramah Tarawih & buka puasa.

|
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Gemini AI
KULTUM RAMADHAN - Kumpulan 5 teks kultum Ramadhan 1447 H/2026 bertema kesabaran dengan durasi 7 menit. Cocok untuk materi ceramah buka puasa atau Tarawih. Membahas sabar dalam ketaatan, menjaga lisan di era digital, hingga menghadapi fitnah sesuai dalil Al-Qur'an dan Hadis untuk meningkatkan kualitas ibadah puasa. 
Ringkasan Berita:
  • Kumpulan 5 teks kultum Ramadhan 1447 H/2026 bertema kesabaran dengan durasi 7 menit.
  • Cocok untuk materi ceramah buka puasa atau Tarawih. Membahas sabar dalam ketaatan, menjaga lisan di era digital, hingga menghadapi fitnah sesuai dalil Al-Qur'an dan Hadis untuk meningkatkan kualitas ibadah puasa.

BANGKAPOS.COM - Memasuki bulan Ramadhan 1447 H / 2026, materi mengenai kesabaran menjadi salah satu topik yang paling relevan untuk disampaikan.

Sabar bukan hanya sekadar menahan lapar, tetapi juga menahan lisan, emosi, dan menjaga ketaatan di tengah hiruk-pikuk dunia.

Bagi Anda yang bertugas mengisi ceramah sebelum buka puasa atau setelah tarawih, berikut adalah 5 pilihan teks kultum singkat berdurasi 7 menit dengan tema kesabaran:

1. Janji Allah SWT Bagi Mukmin yang Bersabar

  • Intisari: Menjelaskan posisi agung sabar dalam Islam melalui QS. Az Zumar ayat 10.
  • Poin Utama: Sabar dalam menjalankan perintah, menjauhi larangan, dan menghadapi musibah.
  • Keutamaan: Allah menjanjikan pahala tanpa batas dan penghapusan dosa bagi mereka yang teguh dalam kesabaran.

Berikut isi kultum ramadhannya :

Assalamualaikum Wr. Wb. 

Alhamdulillaah, wasyukurillaah. Washolatu wassalaamu alaa Rosuulillaah. Laa nabiyya ba’dah. Amma ba’du. 

 Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita semua.

Selawat beserta salam tidak lupa kita curahkan kepada junjungan nabi besar kita baginda Nabi Muhammad saw., juga kepada keluarga dan pengikutnya sampai akhir zaman. Amin.

Dalam kesempatan kali ini izinkan saya memberikan ceramah singkat berjudul, "Sabar dan Keutamaannya". Allah Swt. berfirman dalam surah Az Zumar ayat 10, yang artinya:

"Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Rabb-mu'. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini, (akan) memperoleh (balasan) kebaikan (dari-Nya). Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah, yang dicukupkan pahala tanpa batas." 

Sungguh kesenangan dan kesusahan yang kita alami di dunia ini adalah cobaan dari Allah Swt. Bahkan, kehidupan dunia ini semuanya adalah cobaan.

Agar mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat maka setiap muslim harus memahami hakikat kehidupan dunia ini dan mengambil bekal utama dalam menjalaninya, di antara bekal tersebut adalah sikap sabar.

Sabar mempunyai kedudukan yang agung dalam agama Islam, bahkan urusan agama berdiri di atas sabar tersebut yaitu:

Sabar dalam menjalankan perintah Allah Ta'ala.
Sabar dalam menjauhi larangan-Nya.
Sabar dalam menghadapi musibah yang menimpa.
Dan orang-orang yang bersabar dialah orang yang beruntung karena telah melaksanakan ketaatan kepada Allah.

Adapun di antara janji Allah bagi orang mukmin yang bersabar adalah:

Allah akan memberikan ganjaran kepadanya tanpa terhitung.
Dengan musibah tersebut (jika bersabar dan mengharapkan balasan dari Allah) maka Allah akan menghapuskan dosa-dosanya.
Allah akan mengangkat derajat orang yang bersabar dalam menghadapi cobaan dari Allah.

Demikianlah ceramah singkat yang dapat saya sampaikan. Akhir kata, wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

2. Pentingnya Kesabaran dalam Kehidupan

  • Intisari: Mengupas makna dasar sabar secara bahasa (sobaro yasbiru yang berarti menahan).
  • Poin Utama: Sabar adalah kunci pertolongan Allah (QS. Al-Baqarah: 153).
  • Pesan: Sabar mencakup pengendalian diri dari nafsu duniawi dan tetap tenang saat menghadapi perilaku buruk orang lain.

Berikut isi kultum ramadhannya :

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirabbil Alamin, mari kita ucapkan rasa syukur pada Allah SWT. yang telah memberi kita kesempatan, untuk bisa berkumpul di Masjid dan sama-sama mengkaji isi ceramah yang akan disampaikan.

Di dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan dan menjelaskan sedikit tentang makna sabar, sifat, dan keutamaan sabar di dalam kehidupan. Pada dasarnya kata sabar ini berasal dari kata sobaro yasbiru yang artinya adalah menahan.

Pengertian dari menahan ini sangat luas, dan pengertian dari sabar itu sendiri bisa diartikan seperti ketika kita puasa dalam menahan nafsu. Atau bersabar pada saat kita menahan lapar, yang artinya kita harus bisa menahan diri untuk tidak makan dan minum sampai adzan maghrib tiba.

Sabar juga dapat diartikan ketika kita harus bersikap sabar, saat menghadapi orang yang berperilaku buruk terhadap kita. Kita harus menghadapinya dengan sikap sabar, bukan dengan amarah atau membalasnya. Tidak semua orang bisa mendapatkan suatu kenikmatan dari sikap sabar tersebut. Karena memang sejak awal orang tersebut sudah bisa menahannya dengan baik.

Penting bagi kita untuk selalu mendekatkan diri pada Allah SWT. dan meminta pada-Nya agar selalu diberikan kesabaran yang tidak ada batasnya. Kita pun akan mendapat pahala sebanyak-banyaknya dari Allah, ketika kita bersikap sabar terhadap segala sesuatu. Allah SWT. berfirman di surat Al-Baqarah Ayat 153, yang isinya tentang kesabaran.

Di dalam ayat tersebut Allah menerangkan bahwa, Ia akan selalu memberi pertolongan kepada setiap hambanya yang menjalani perintahnya dengan baik. Pertolongan akan diberikan oleh Allah pada setiap hambanya yang sedang mengalami kesusahan, tapi tetap melaksanakan shalat wajib serta bisa menahan diri dengan sikap sabar. Itulah keistimewaan dari sikap dan rasa sabar itu sendiri.

Semoga apa yang saya sampaikan hari ini, dapat memberi manfaat untuk kehidupan para jamaah sekalian.

Wassalamualaikum Wr. Wb

3. Sabar dalam Menjaga Lisan di Bulan Ramadan

  • Intisari: Mengingatkan bahwa puasa bisa menjadi sia-sia jika lisan tidak terjaga.
  • Poin Utama: Mengutip HR. Bukhari tentang perkataan dusta yang merusak nilai puasa.
  • Relevansi 2026: Sabar dalam menjaga jempol dan jari di media sosial agar tidak menyebarkan fitnah atau komentar negatif selama berpuasa.

Berikut isi kultum ramadhannya : 

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam serta kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadan, bulan penuh berkah dan ampunan. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga hari akhir.

Hadirin sekalian yang dirahmati Allah, salah satu bentuk kesabaran yang sering dilupakan di bulan Ramadan adalah kesabaran dalam menjaga lisan. Banyak orang mengira bahwa puasa hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi sebenarnya puasa juga menuntut kita untuk menjaga perkataan agar tetap baik dan tidak menyakiti orang lain. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Artinya, “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak peduli dia telah meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Bukhari)

Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa puasa tidak akan bernilai jika kita masih berkata dusta, menggunjing, atau menyebarkan fitnah. Karena itu, menjaga lisan merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah puasa kita.

Allah SWT juga mengingatkan dalam Alquran:

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat Raqib dan Atid (yang selalu mencatat)." (QS. Qaf: 18)

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap perkataan kita dicatat dan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Oleh karena itu, di bulan Ramadan ini, kita harus lebih berhati-hati dalam berbicara. Jangan sampai kita berpuasa seharian, tetapi justru kehilangan pahala karena perkataan yang tidak baik.

Hadirin sekalian, sering kali kita lupa bahwa lisan bisa menjadi sumber dosa yang besar. Terkadang, kita dengan mudah menggunjing orang lain, menyebarkan berita yang belum tentu benar, atau berbicara kasar ketika marah. 

kita belajar bahwa satu kata saja bisa menentukan nasib kita di akhirat. Oleh karena itu, di bulan Ramadan ini, mari kita perbanyak perkataan yang baik, seperti berdzikir, membaca Alquran, dan berbicara dengan lemah lembut kepada sesama.

Selain itu, di era digital ini, menjaga lisan juga berarti menjaga jari-jari kita dari menulis atau menyebarkan sesuatu yang buruk di media sosial. Jangan sampai kita berpuasa tetapi tangan kita sibuk mengetik komentar negatif, menyebarkan berita hoaks, atau menggunjing orang lain di dunia maya.

Sebagai penutup, marilah kita berusaha menjaga lisan kita selama Ramadhan ini, agar puasa kita tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT. Semoga kita semua menjadi hamba yang lebih sabar dalam berbicara dan selalu berkata baik dalam kehidupan sehari-hari.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

4. Sabar dalam Beribadah dan Menjalankan Ketaatan

  • Intisari: Menghadapi tantangan kemalasan dan rasa lelah saat menjalankan rutinitas ibadah Ramadhan.
  • Poin Utama: Konsistensi dalam salat sunnah dan tadarus membutuhkan "otot" kesabaran yang kuat.
  • Pesan: Dunia penuh godaan; kesabaran adalah benteng utama agar tetap istiqamah hingga hari kemenangan tiba.

Berikut isi kultum ramadhannya :

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk menikmati bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umat Islam yang istiqamah dalam menjalankan ajarannya.

Hadirin yang dirahmati Allah, bulan Ramadan adalah bulan ibadah. Di bulan ini, kita diperintahkan untuk berpuasa, memperbanyak salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa menjalankan ibadah secara konsisten membutuhkan kesabaran. Ada kalanya kita merasa malas, lelah, atau bahkan tergoda untuk meninggalkan amalan-amalan yang seharusnya dilakukan.

Allah SWT berfirman dalam Alquran:

وَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ

"Dan bersabarlah atas segala sesuatu yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)." (QS. Luqman: 17)
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa kesabaran dalam ketaatan adalah bagian dari perjuangan hidup seorang muslim. Setiap ibadah pasti memiliki tantangannya, tetapi dengan kesabaran, semua itu bisa dijalani dengan ikhlas dan penuh keikhlasan.

Rasulullah SAW juga bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبيّ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بْنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاء

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Sesungguhnya dunia ini manis dan indah. Dan sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla menguasakan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada Bani Israil adalah karena wanita.”

Dari hadits ini, kita memahami bahwa dunia penuh dengan godaan yang dapat melalaikan kita dari ibadah. Oleh karena itu, dibutuhkan kesabaran untuk tetap istiqamah dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Hadirin yang dirahmati Allah, mari kita manfaatkan Ramadan ini untuk membiasakan diri dalam ketaatan kepada Allah SWT. Semoga kita diberikan kesabaran dan kekuatan untuk terus beribadah dengan ikhlas dan istiqamah.

Sebagai penutup, marilah kita berdoa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba yang selalu sabar dalam menjalankan ketaatan. Aamiin.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

5. Sabar Menghadapi Fitnah

  • Intisari: Bagaimana tetap tegar saat diterpa rumor atau tuduhan palsu.
  • Poin Utama: Berlandaskan QS. Al-A'raf ayat 200, obat dari fitnah adalah meningkatkan ketakwaan.
  • Kesimpulan: Sabar bukanlah kelemahan, melainkan integritas tinggi seorang hamba yang percaya sepenuhnya pada keadilan Allah.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang saya muliakan, pada kesempatan kali ini, mari kita berbicara tentang sebuah sifat mulia yang sangat penting dalam kehidupan kita, yaitu sabar dalam menghadapi fitnah.

Fitnah merupakan ujian yang tak dapat kita hindari. Namun, dengan kesabaran, kita dapat menghadapinya dengan kukuh dan tegar.

Kita hidup dalam dunia yang penuh dengan perbedaan pendapat, iri hati, dan cobaan. Terkadang, orang-orang yang kita anggap dekat bisa menjadi sumber fitnah bagi kita.

Fitnah bisa berupa rumor, tuduhan palsu, atau penghinaan terhadap kita. Namun, di dalam agama Islam, Allah Swt. telah menekankan pentingnya sikap sabar dalam menghadapi fitnah.

Allah Swt. berfirman dalam surah Al-A'raf (7:200):

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ نَزْغٌ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: "Dan jika kamu ditimpa sesuatu fitnah maka bertakwalah kamu kepada Allah dengan ketakwaan yang lebih, niscaya Dia akan memberi (karunia)-Nya kepadamu dengan pertolongan yang jelas."

Dalil Al-Qur'an ini menunjukkan bahwa ketika kita dihadapkan pada situasi fitnah, kita harus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dan mengandalkan-Nya sepenuhnya.

Allah menjanjikan pertolongan yang nyata bagi orang-orang yang bersabar dan bertakwa dalam menghadapi ujian fitnah ini.

Sabar adalah kunci dalam menghadapi fitnah. Dalam situasi ini, kita harus mengendalikan emosi kita, menjaga lidah agar tidak berkata-kata yang merugikan, dan memercayakan hasilnya kepada-Nya.

Sabar bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti kekuatan dan keimanan kita sebagai hamba-Nya.

Hadirin yang saya muliakan,

Ingatlah bahwa setiap ujian yang kita hadapi adalah kesempatan untuk meningkatkan derajat kita di hadapan Allah Swt.

Tips Menyampaikan Kultum 7 Menit

  • Awali dengan Salam & Syukur: Gunakan pembukaan yang singkat namun menyentuh.
  • Satu Topik Fokus: Jangan melebar ke banyak tema; fokus pada satu jenis sabar agar pesan sampai.
  • Gunakan Intonasi yang Tenang: Sesuai tema sabar, sampaikan materi dengan gaya bicara yang menyejukkan.

(Tribun Sumsel/ Bangkapos.com) 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved