Minggu, 3 Mei 2026

Makna Doa Iftitah dalam Sholat Idul Fitri, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Simak bacaan doa iftitah yang dibaca dalam Sholat Idul Fitri lengkap tulisan Arab, latin, dan artinya. Ketahui juga makna serta keutamaannya

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Tribun Jambi/Freepik.com
BACAAN DOA IFTITAH - bacaan doa iftitah // Doa iftitah merupakan salah satu bacaan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dibaca setelah takbiratul ihram dalam shalat. Doa ini memiliki keutamaan karena menjadi pembuka pintu kebaikan dan pelengkap ibadah shalat. 

Allāhu akbar kabīrā walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā.
Inni wajjahtu wajhiya lilladzī fatharas-samāwāti wal-ardha hanīfan musliman wa mā anā minal musyrikīn.
Inna shalātī wa nusukī wa mahyāya wa mamātī lillāhi rabbil ‘ālamīn.
Lā syarīka lahu wa bidzālika umirtu wa anā minal muslimīn.

Artinya:

“Allah Maha Besar dengan kebesaran yang sempurna. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha suci Allah pada waktu pagi dan petang.
Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.
Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan itulah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang muslim.”

Sejarah Singkat Doa Iftitah

Doa iftitah berasal dari sunnah Nabi Muhammad SAW.

Dalam beberapa riwayat hadits, disebutkan bahwa Rasulullah membaca doa ini untuk memuji Allah SWT dan menegaskan niat ikhlas hanya beribadah kepada-Nya.

Kata iftitah sendiri berarti “pembukaan”, karena doa ini menjadi pembuka sebelum bacaan wajib dalam salat.

Doa ini juga mencerminkan pengakuan seorang hamba terhadap kebesaran Allah, penyerahan diri sepenuhnya, serta penegasan tauhid.

Keutamaan Membaca Doa Iftitah

Para ulama menjelaskan beberapa keutamaan membaca doa iftitah dalam sholat, termasuk dalam Sholat Idul Fitri, antara lain:

  • Menguatkan niat dan kekhusyukan dalam sholat.
  • Memuji dan mensucikan Allah SWT melalui kalimat takbir, tahmid, dan tasbih.
  • Menegaskan tauhid, bahwa seluruh ibadah, hidup, dan mati hanya untuk Allah.
  • Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Dalam buku Sudah Shalat, Kok Tetap Maksiat? karya Muhammad Mawaidi dijelaskan bahwa doa iftitah menggambarkan penyerahan diri seorang hamba kepada Allah secara total.

Kalimat “Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha” bermakna menghadapkan seluruh hati dan jiwa kepada Allah.

Sementara kalimat “Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati” menegaskan bahwa seluruh aspek kehidupan seorang muslim harus mengikuti perintah Allah SWT.

Karena itu, meskipun hukumnya sunnah, doa iftitah memiliki makna yang sangat dalam sebagai pembuka sholat, termasuk saat umat Islam melaksanakan Sholat Idul Fitri sebagai bentuk syukur setelah menjalani ibadah Ramadan selama sebulan penuh.

Bangkapos.com/Zulkodri

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved