Selasa, 19 Mei 2026

Idul Fitri 2026

Idul Fitri, Takwa, dan Tanggung Jawab Ekologis

Takwa juga memiliki dimensi sosial dan ekologis yang sering kali luput dari perhatian.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Dokumentasi Pribadi Muhammad Isnaini
Muhammad Isnaini, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang. 

Oleh: Muhammad Isnaini

(Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang)


Idul Fitri selalu hadir sebagai momentum spiritual yang sarat makna.

Ia bukan sekadar penanda berakhirnya ibadah puasa Ramadhan, tetapi juga simbol kemenangan manusia dalam menundukkan hawa nafsu dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Namun, di tengah gema takbir dan suasana saling memaafkan, ada satu pertanyaan reflektif yang perlu kita ajukan kepada diri sendiri: apakah Ramadhan benar-benar telah mengubah cara kita memandang kehidupan, sesama manusia, dan lingkungan tempat kita hidup?

Selama sebulan penuh, umat Islam ditempa melalui ibadah puasa untuk mencapai derajat takwa. 

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, tujuan utama puasa adalah “la’allakum tattaqun”—agar kamu bertakwa. 

Namun, takwa dalam pengertian yang utuh tidak hanya berhenti pada ritual ibadah seperti shalat, zakat, dan membaca Al-Qur’an. 

Takwa juga memiliki dimensi sosial dan ekologis yang sering kali luput dari perhatian.

Takwa sosial tercermin dalam kepekaan terhadap penderitaan orang lain.

Puasa mengajarkan kita merasakan lapar dan dahaga, yang pada akhirnya menumbuhkan empati kepada mereka yang hidup dalam kekurangan.

Dalam konteks ini, iman tidak cukup diukur dari intensitas ibadah personal, tetapi juga dari sejauh mana kita peduli terhadap kondisi sosial di sekitar kita.

Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa seseorang belum sempurna imannya jika ia tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan.

Realitas di tengah masyarakat menunjukkan bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. 

Kemiskinan, kesenjangan sosial, dan keterbatasan akses terhadap pendidikan serta kesehatan masih menjadi persoalan yang nyata. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved