Ramadhan 2026
Simpan Doa Ini, Panduan Lengkap Bacaan Lailatul Qadar: Teks Arab, Latin, dan Maknanya
Simpan Doa Ini! Panduan Lengkap Bacaan Lailatul Qadar: Teks Arab, Latin, dan Maknanya. Berikut doanya
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM - Lailatul Qadar diprediksi jatuh pada malam-malam ganjil di penghujung Ramadan.
Sesuai hadis riwayat Aisyah RA, ada satu permohonan khusus yang sangat dianjurkan untuk dibaca.
Simak ulasan lengkap mengenai bacaan doa, jadwal malam ganjil, dan alasan mengapa ampunan menjadi inti dari malam kemuliaan ini.
Bulan Ramadan menyimpan satu malam yang sangat istimewa bagi umat Islam, yaitu Lailatul Qadar.
Malam ini diyakini memiliki keutamaan luar biasa karena nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Baca juga: Mulai 11 Maret 2026! Ini Prediksi Jadwal Malam Lailatul Qadar dan Tanda-tanda Alamnya
Mengutip laman Muhammadiyah.or.id, Rasulullah saw memberikan petunjuk bahwa Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah pada periode tersebut.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra:
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Latin:
‘An ‘Āisyata anna Rasūlallāhi qāla: taḥarraw laylatal-qadri fil-witri minal-‘asyril-awākhiri min Ramaḍān.
“Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: Intailah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menjadi dasar bagi banyak umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam ganjil seperti tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.
Petunjuk serupa juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra.
Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar dapat dicari pada hari-hari tertentu di sepuluh malam terakhir Ramadan.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ: الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي تَاسِعَةٍ تَبْقَى، فِي سَابِعَةٍ تَبْقَى، فِي خَامِسَةٍ تَبْقَى
Latin:
‘An Ibni ‘Abbāsin anna an-nabiyya qāla: iltamisūhā fil-‘asyril-awākhiri min Ramaḍān laylatal-qadri fī tāsi‘atin tabqā, fī sābi‘atin tabqā, fī khāmisatin tabqā.
“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi saw bersabda: Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, pada saat tersisa sembilan malam, tujuh malam, atau lima malam.” (HR. al-Bukhari).
Sebagian ulama memahami hadis ini sebagai isyarat pada malam-malam ganjil.
Meski demikian, banyak ulama tetap menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir dengan ibadah.
Doa yang Dianjurkan Saat Lailatul Qadr
Para sahabat Nabi tidak hanya ingin mengetahui kapan Lailatul Qadr terjadi.
Mereka juga ingin mengetahui doa apa yang sebaiknya dibaca jika malam tersebut datang.
Pertanyaan ini pernah diajukan oleh ‘Aisyah ra kepada Rasulullah saw.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
‘An ‘Āisyata qālat qultu yā Rasūlallāh ara'aita in ‘alimtu ayya laylatin laylatul-qadri mā aqūlu fīhā? Qāla: qūlī Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuḥibbul-‘afwa fa‘fu ‘annī.
“Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar , apa yang harus aku ucapkan pada malam itu?’ Rasulullah menjawab: ‘Ucapkanlah: Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul-‘afwa fa‘fu ‘anni.’” (HR. at-Tirmidzi, hadis hasan sahih).
Berikut doa yang dianjurkan tersebut:
Arab:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuḥibbul-‘afwa fa‘fu ‘annī.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Mengapa Doa Ini Sangat Dianjurkan?
Doa ini terbilang singkat, namun memiliki makna yang sangat dalam.
Rasulullah tidak mengajarkan permohonan panjang atau permintaan duniawi yang banyak ketika berbicara tentang Lailatul Qadar .
Sebaliknya, yang ditekankan justru permohonan ampun kepada Allah.
Hal ini menunjukkan bahwa ampunan Allah merupakan karunia terbesar yang bisa diraih pada malam tersebut.
Karena itulah Rasulullah saw sangat bersungguh-sungguh menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan.
Salah satu amalan yang beliau lakukan adalah beri’tikaf di masjid, sebagai bentuk kesungguhan dalam meraih keberkahan Lailatul Qadar.
(Kompas/Bangkapos.com)
| Doa Akhir Ramadhan Lafaz Arab, Latin Berikut Arti dan Keutamaannya |
|
|---|
| Khutbah Idul Fitri 1447 H Singkat dan Sedih Membuat Jamaah Menangis, Silakan Download PDF |
|
|---|
| Ramadhan Berdampak |
|
|---|
| 5 Khutbah Idul Fitri 2026/1447 H Terbaru dari Kemenag, NU dan Muhammadiyah Lengkap Link PDF |
|
|---|
| Doa Ramadhan Hari ke-27, Harapan Meraih Lailatul Qadar di Malam Penuh Kemuliaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250315-LAILATUL-QADAR-2025.jpg)