Minggu, 17 Mei 2026

Ramadhan 2026

Doa Malam Lailatul Qadar Dibaca Kapan? Ini Waktu Terbaik dan Bacaan Lengkapnya

Doa malam Lailatul Qadar dibaca kapan? Bacalah pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan sesuai sunnah Rasulullah SAW berikut.

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Dok istimewa/canva / Surya
DOA MALAM LAILATUL QADAR - Tulisan Arab dan latin Allahumma Innaka Afuwwun atau doa malam Lailatul Qadar 
Ringkasan Berita:
  • Lailatul Qadar dinanti pada malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadan
  • Waktu terbaik membaca doanya adalah sepanjang malam tersebut, terutama sepertiga malam terakhir.
  • Doa utama yang diajarkan Nabi adalah "Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul-‘afwa fa‘fu ‘anni" yang fokus memohon ampunan Allah.

BANGKAPOS.COM - Mencari keberkahan Lailatul Qadar adalah dambaan setiap Muslim.

Namun, muncul pertanyaan penting: Doa malam Lailatul Qadar dibaca kapan?

Berdasarkan petunjuk Rasulullah SAW, doa ini tidak hanya dibaca sekali, melainkan dianjurkan untuk diulang-ulang pada waktu-waktu paling mustajab di akhir Ramadan.

Waktu Terbaik Membaca Doa Lailatul Qadar

Berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah RA, Rasulullah SAW memberikan instruksi spesifik mengenai kapan kita harus memperkuat pencarian malam mulia ini:

"Intailah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadan." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Melihat panduan tersebut, waktu paling utama untuk memperbanyak doa adalah pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.

Para ulama menyarankan agar doa ini dipanjatkan sepanjang malam, terutama pada sepertiga malam terakhir saat para malaikat turun ke bumi.

Bacaan Doa Lailatul Qadar Sesuai Sunnah

Saat 'Aisyah RA bertanya kepada Nabi Muhammad SAW mengenai apa yang harus diucapkan jika seseorang mengetahui malam tersebut, Rasulullah mengajarkan kalimat yang singkat namun mencakup segala kebutuhan seorang hamba:

Teks Arab: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin: Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul-‘afwa fa‘fu ‘anni.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku." (HR. at-Tirmidzi)

Makna Mendalam: Mengapa Fokus pada Ampunan?

Meskipun Lailatul Qadar adalah waktu yang mustajab untuk meminta apa saja, Rasulullah SAW secara khusus mengajarkan doa ampunan.

Ini menunjukkan bahwa:

  • Karunia Terbesar: Ampunan Allah adalah puncak kesuksesan seorang hamba di dunia dan akhirat.
  • Kecintaan Allah: Lafaz "tuhibbul 'afwa" menegaskan bahwa Allah sangat senang memberikan maaf kepada hamba-Nya yang mengaku bersalah.
  • Penyucian Diri: Sebelum meminta hal duniawi, menyucikan diri dari dosa adalah langkah utama agar doa-doa lainnya lebih mudah dikabulkan.

(Tribun Gayo/ Bangkapos.com) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved