Jumat, 1 Mei 2026

Berita Selebritis

Biodata Habib Umar bin Hafidz yang Dicurhati Ayu Ting Ting Sambil Menangis & Silsilahnya

Habib Umar bin Hafidz adalah ulama terkemuka asal Yaman yang diyakini punya silsilah keturunan Nabi Muhammad dari Husain bin Ali.

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Instagram @habibomarcom dan TikTok @hyeppygirl
TANGISAN CURHAT - Kolase potret Habib Umar dan Ayu Ting Ting diambil dari Instagram @habibomarcom dan TikTok @hyeppygirl. Ayu Ting Ting curhat sambil menangis ke Habib Umar. 

Habib Umar bin Hafidz lahir di Tarim, Hadramaut, Yaman, pada 27 Mei 1963.

Ia berasal dari keluarga ulama berpengaruh, di mana sang ayah yang bernama Muhammad bin Salim bin Hafiz adalah seorang mufti di Tarim.

Karena itu pula, sejak kecil Habib Umar telah dibimbing untuk menghafal Al Quran dan belajar banyak ilmu Islam dari keluarganya sendiri.

Selain belajar dari sang ayah, Habib Umar berada di bawah bimbingan banyak habib terkemuka. Pada usia 15 tahun, Habib Umar sudah dipercaya untuk mengajar, di samping terus belajar dari para gurunya.

Pada 1981, ketika usianya 17 tahun, Habib Umar bin Hafidz pindah ke Kota Al-Bayda. Hal itu dilakukan di tengah kacaunya situasi di Tarim akibat persekusi yang dilakukan oleh rezim komunis kepada para ulama.

Di Al-Bayda, Habib Umar masih terus belajar kepada guru baru sambil melakukan dakwah.

Di kota ini, dakwah Habib Umar dapat dilakukan secara lebih leluasa. Ia pun membuat forum kajian yang menarik perhatian para pemuda di Kota Al-Bayda, Al Hudaydah, dan Ta'izz.

Selama tinggal di Al-Bayda, Habib Umar secara rutin pergi ke Ta'izz dan Hijaz di Arab Saudi untuk belajar kepada para habib terkemuka.

Setelah jatuhnya rezim komunis pada 1990 yang membuat Yaman Utara dan Selatan bersatu, Habib Umar sempat kembali ke Tarim.

Namun, ia akhirnya memilih tinggal di Salalah selama satu tahun, sebelum akhirnya pindah ke Ash Shihr.

Perjalanan dakwah Habib Umar bin Hafidz Pada 1994, Habib Umar bin Hafidz kembali ke kampung halamannya di Tarim.

Ia kemudian mendirikan pondok pesantren Darul Mustafa, yang menarik minat para santri dari Tarim dan beberapa wilayah Yaman.

Dalam perjalanannya, banyak santri dari Asia Tenggara yang juga memilih menuntut ilmu di Darul Mustafa, yang baru resmi dibuka pada 1997.

Dengan semakin banyaknya santri, akhirnya dibuka Darul Zahra pada 2001 bagi santri perempuan.

Selain itu, Darul Mustafa juga membuka cabang di beberapa kota di Yaman dan Asia Tenggara.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved