Senin, 1 Juni 2026

Harga HP

Harga Hp Samsung A57 5G Lengkap Spesifikasi dan Reviewnya untuk Gaming

Review lengkap Samsung A57 5G untuk gaming berat. Cek spesifikasi Exynos 1680, performa real game 20 GB+, dan info harga terbarunya!

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Kompas.com/Bill Clinten
Uji performa Samsung Galaxy A57 5G saat melibas game berat berukuran di atas 20 GB. 

Ringkasan Berita:
  • Samsung Galaxy A57 5G hadir sebagai ponsel mid-range tangguh bertenaga Exynos 1680 (4nm) dengan skor AnTuTu tembus 1,3 juta.
  • Ponsel seharga Rp7,5 - Rp8,9 jutaan ini lancar melibas game kasual dan mampu menjalankan game berat di atas 20 GB seperti Genshin Impact dengan playable di 17-30 FPS.

BANGKAPOS.COM - Pasar ponsel kelas menengah (mid-range) kini semakin kompetitif. Performa yang ditawarkan pun kian "naik kelas" dan mulai mendekati kemampuan lini flagship lawas. Salah satu penantang baru yang sukses mencuri perhatian adalah Samsung Galaxy A57 5G.

Dibekali dengan chipset anyar Exynos 1680, ponsel ini menjanjikan peningkatan performa yang signifikan. Namun, seberapa tangguh ponsel ini saat diajak "banting tulang" memainkan game kasual sekelas Free Fire hingga game super berat berukuran di atas 20 GB seperti Genshin Impact? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Spesifikasi Dapur Pacu dan Hasil Benchmark

Secara spesifikasi, Samsung Galaxy A57 5G ditenagai oleh chipset Exynos 1680 (4 nm) dengan prosesor octa-core yang memiliki konfigurasi tangguh:

  • 1x Cortex-720 (2,9 GHz)
  • 4x Cortex-720 (2,6 GHz)
  • 3x Cortex-520 (1,95 GHz)

Dapur pacu ini dikombinasikan dengan GPU Xclipse 550, varian RAM hingga 12 GB, serta media penyimpanan internal hingga 256 GB.

Sebelum mengujinya langsung secara riil, berikut adalah raihan skor benchmark sintetis dari Samsung Galaxy A57 5G yang menggambarkan potensi kekuatannya:

  • AnTuTu v11: Skor 1.347.907
  • Geekbench 6 CPU: Single-core: 1.379 | Multi-core: 4.387
  • Geekbench 6 GPU: 6.845
  • 3DMark Wild Life Extreme: 1.661
  • 3DMark Steel Nomad Light: 748

Skor yang dihasilkan terbilang tinggi untuk kelas mid-range, bahkan sudah mendekati performa mantan flagship seperti Galaxy S22 atau S23 Series. Dengan angka benchmark sebesar ini, game kasual dan populer seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, hingga Free Fire dipastikan dapat dilibas habis dengan sangat lancar pada pengaturan grafis tertinggi.

Uji Performa Real-World: Menembus Batas Game 20 GB+

Untuk menguji batas kemampuannya, ponsel ini ditantang menjalankan lima game Android "raksasa" yang memiliki ukuran file di atas 20 GB. Game-game ini menuntut komputasi visual yang tinggi dan kerap dijadikan tolak ukur performa riil sebuah ponsel.

1. Genshin Impact (Ukuran File: 34 GB)

Pada game besutan HoYoverse ini, Galaxy A57 5G mendeteksi pengaturan grafis bawaan (default) di tingkat terendah atau Lowest.

Performa: Secara umum berjalan di kisaran 17–30 FPS.
Pengalaman Bermain: Eksplorasi di area terbuka terasa cukup nyaman di angka 25–30 FPS. Namun, saat memasuki kota besar atau bertarung dengan banyak efek elemen, terjadi frame drop hingga ke bawah 20 FPS selama beberapa detik. Stutter (patah-patah) juga terasa saat loading area baru. Game ini masih sangat layak dimainkan (playable) untuk aktivitas harian seperti menyelesaikan quest dan farming.

2. Where Winds Meet (Ukuran File: 36 GB)

Game open-world yang masif ini mendeteksi pengaturan grafis default di level menengah atau Balanced.

Performa: Frame rate berfluktuasi cukup tajam di kisaran 15–30 FPS.
Pengalaman Bermain: Saat menjelajah dunia terbuka menggunakan kuda atau berada di area dengan detail tinggi, FPS cenderung turun ke kisaran 15–20 FPS, membuat pergerakan kamera terasa kurang mulus. Penurunan FPS juga sering terjadi pada adegan pertempuran sengit. Game tetap bisa dimainkan, namun disarankan menurunkan grafis ke tingkat terendah demi kenyamanan ekstra.

3. Wuthering Waves (Ukuran File: 31 GB)

Sama seperti game sebelumnya, game ini secara otomatis menggunakan setting Balanced di awal permainan.

Performa: Berjalan di kisaran 17–30 FPS.
Pengalaman Bermain: Saat eksplorasi biasa, performa relatif stabil di atas 20 FPS. Kendala baru muncul saat menghadapi kerumunan musuh atau mengeluarkan skill dengan efek visual kompleks, di mana FPS bisa merosot ke bawah 20 FPS. Kendali kontrol tetap responsif, membuat aktivitas santai seperti grinding terasa nyaman.

4. Neverness to Everness (Ukuran File: 21 GB)

Sistem secara otomatis mengoptimalkan game ini ke mode Performance.

Performa: Menjadi game dengan performa paling fluktuatif, berada di kisaran 13–30 FPS.
Pengalaman Bermain: Dalam kondisi diam atau ringan, game mampu mendekati 30 FPS. Namun, aksi cepat seperti berkendara atau berpindah distrik kota membuat FPS drop drastis ke angka belasan. Stutter juga sering muncul saat memuat lingkungan baru, sehingga pengalaman bermain terasa belum sepenuhnya mulus.

5. Honkai: Star Rail (Ukuran File: 34 GB)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved