Senin, 8 Juni 2026

Harga HP

Harga Samsung A57 5G, HP Kelas Mid Range Terbaik Paling Diincar, Kuat Main Main Game Berat 20 GB

Samsung S57 5G menawarkan keseimbangan sempurna antara desain modern, layar cerah, dan ketahanan baterai yang tahan lama.

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Fitri Wahyuni
Dok istimewa/Monten Tech
HARGA HP -- Samsung A57 5G menjadi salah satu HP kelas mid range paling direkomendasi dan paling diincar. Samsung S57 5G menawarkan keseimbangan sempurna antara desain modern, layar cerah, dan ketahanan baterai yang tahan lama. 

Stutter juga terasa saat loading area baru, dan hal ini terbilang wajar karena game harus memuat aset dari area tersebut.

Meski begitu, game masih terbilang playable untuk aktivitas harian seperti quest dan farming.

Where Winds Meet paling berat dijalankan

Untuk Where Winds Meet, Galaxy A57 5G secara default menetapkan grafis di level memengah atau "Balanced". Dalam pengujian, performa game ini berada di kisaran 15–30 FPS, dengan fluktuasi yang cukup terasa di berbagai skenario.

Saat karakter berada di area terbuka dengan detail tinggi atau menjelajah menggunakan kuda, frame rate cenderung turun ke kisaran 15–20 FPS. Kondisi ini membuat pergerakan kamera dan animasi terasa kurang halus.

Ketika masuk ke adegan pertarungan dengan banyak efek visual, penurunan FPS juga cukup sering terjadi. Bahkan, ada momen di mana game terasa agak “berat” untuk dikendalikan.

Hal ini bisa dimaklumi mengingat ukuran game yang besar dan detail dunia yang kompleks. Meski demikian, secara keseluruhan, game masih bisa dimainkan, tetapi untuk pengalaman lebih nyaman, pengaturan grafis sebaiknya diturunkan lagi.

Wuthering Waves masih playable, tapi belum stabil

ian, frame rate berada di kisaran 17–30 FPS. Saat eksplorasi biasa, performa relatif stabil di atas 20 FPS, meski belum benar-benar konsisten.

Namun ketika menghadapi banyak musuh atau menggunakan skill dengan efek visual kompleks, FPS bisa turun ke bawah 20.

Fluktuasi ini membuat animasi terasa kurang mulus, terutama dalam pertarungan cepat. Respons kontrol masih tergolong baik, tetapi sedikit delay mulai terasa ketika frame rate menurun.

Kendati demikian, game masih nyaman dimainkan untuk aktivitas santai seperti eksplorasi dan grinding.

Neverness to Everness performa paling fluktuatif

Untuk Neverness to Everness, sistem secara otomatis mengatur ke mode Performance. FPS yang dihasilkan berada di kisaran 13–30 FPS, menjadikannya salah satu game dengan performa paling tidak stabil di pengujian ini.

Dalam kondisi ringan, frame rate bisa mendekati 30 FPS. Namun saat bergerak cepat, seperti berkendara atau berpindah area, FPS kerap turun drastis ke angka belasan.

Sumber: bangkapos
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved