Video
Video: Brimob Berseragam dan Bersenjata Laras Panjang Jaga Smelter Tinus
Pedagang di sekitar lokasi sempat menyaksikan aktifitas jelang penggerebekan smelter, bahkan sebelumnya polisi menyamar sebagai pegawai PLN
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Suasana dini hari di Jalan Tempilang, Desa Maras Senang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, mendadak mencekam, Senin (2/3).
Sekitar pukul 03.00 WIB, iring-iringan truk besar masuk ke sebuah smelter berpintu biru yang berdiri di balik pagar beton tinggi. Beberapa jam kemudian, kendaraan-kendaraan itu keluar membawa muatan yang diduga 32 balok timah hasil sitaan aparat.
Juita (40), pemilik toko sembako kecil tepat di seberang smelter, menjadi saksi mata operasi tersebut. Ia mengaku sudah melihat tanda-tanda mencurigakan sejak satu minggu sebelum penggerebekan.
Orang-orang tak dikenal itu datang dua orang sekali waktu, lalu berganti dengan dua lainnya, siang dan malam tanpa jeda. Mereka duduk di teras toko, minum kopi, berbincang, bahkan ada yang tertidur hingga menjelang subuh.
Awalnya mereka mengaku sebagai teknisi PLN. Namun kecurigaan Juita muncul saat pertanyaan yang diajukan mulai mengarah ke aktivitas di dalam smelter.
Beberapa hari kemudian, salah seorang pria mengaku bagian dari satuan tugas yang tengah melakukan pengawasan. Namun pengakuan itu masih ia ragukan.
Sehari sebelum penggerebekan, salah satu pria menyebut smelter tersebut akan diungkap aparat.
Ketegangan memuncak pada Senin dini hari. Setelah sebelumnya siang hari aparat bersenjata lengkap mendatangi lokasi dan masuk ke dalam area, aktivitas kembali terlihat sekitar pukul 03.00 WIB.
Ia menyebut pengamanan berlangsung ketat. Personel berseragam lengkap dengan senjata laras panjang berjaga di depan gerbang. Sekitar pukul 06.00 WIB, kendaraan berat itu keluar satu per satu.
Sebelumnya, pada siang hari, ia melihat lebih dari 50 aparat datang, termasuk bus bertuliskan Korps Brimob.
Selama operasi berlangsung, pintu biru smelter sempat dibuka lalu ditutup kembali dengan penjagaan ketat. Aparat memasang garis polisi dan membatasi akses ke area tersebut.
Bagi Juita, peristiwa dini hari itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Toko kecilnya yang biasa menjual beras dan gula mendadak menjadi saksi operasi besar aparat.
“Saya cuma jualan sembako. Tidak menyangka kejadian seperti ini terjadi tepat di depan toko saya,” katanya pelan.
Tulisan Tinus
Pantauan di lokasi, Selasa (3/3) sore, bangunan smelter tampak sepi. Pagar beton tinggi mengelilingi area tanpa plang nama perusahaan di bagian depan.
| Sinyal Internet dan Telpon di Desa Simpang Yul Blank Spot, Warga Terpaksa Cari ke Desa Lain |
|
|---|
| Video : Selat Hormuz Kian Tegang, Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran, Rusia Siap Backup China |
|
|---|
| Video : Kian Tegang! Rusia Dukung China Hadapi Blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz |
|
|---|
| Video : Kapal Rusia Mendadak Sandar di Israel, Ukraina Murka |
|
|---|
| Video: Putin Turun Tangan AS Blokade Selat Hormuz, Rusia Siap Bantu China Lawan Trump |
|
|---|