Senin, 20 April 2026

VIDEO: Rudal Iran Sasar Langsung Sekutu AS, Langit Turki Bergemuruh Sistem NATO Saling Hantam

Eskalasi perang meluas setelah rudal Iran terdeteksi memasuki wilayah udara Turki yang merupakan anggota aliansi pertahanan NATO.

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Ringkasan Berita:
  • Eskalasi militer di Timur Tengah memanas setelah Iran meluncurkan operasi "True Promise 4" yang menyasar pusat komando Amerika Serikat di Bahrain, UEA, dan Arab Saudi pada 30 Maret 2026.
  • Konflik meluas ke wilayah NATO setelah rudal Iran ditembak jatuh di langit Turki, memicu pengerahan kapal induk nuklir ketiga AS, USS George HW Bush, ke kawasan tersebut.
  • Simak detail strategi militer dan syarat gencatan senjata dari Teheran dalam laporan lengkap ini.

BANGKAPOS.COM - Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan serangan besar-besaran ke pusat komando Amerika Serikat di wilayah Teluk pada Senin, 30 Maret 2026.

Eskalasi perang meluas setelah rudal Iran terdeteksi memasuki wilayah udara Turki yang merupakan anggota aliansi pertahanan NATO.

Sistem pertahanan udara NATO di Mediterania Timur dilaporkan berhasil menembak jatuh rudal tersebut untuk melindungi kedaulatan Ankara.

Juru bicara NATO mengonfirmasi bahwa pencegatan ini adalah yang ketiga kalinya dilakukan terhadap proyektil Iran selama periode konflik berlangsung.

Ankara telah melayangkan protes diplomatik keras kepada Teheran dan memperingatkan agar tidak menjadikan wilayahnya sebagai jalur pertempuran.

 Sementara itu, Amerika Serikat membalas dengan meluncurkan "Operasi Epic Fury" yang melibatkan pengerahan pesawat pengebom strategis B-52 di atas daratan Iran.

Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan K. McNeill, mengklaim telah menggempur lebih dari 11.000 target militer di dalam wilayah Iran.

Washington juga mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz, USS George HW Bush, untuk memperkuat armada di laut Arab.

Kapal ini akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford yang sudah lebih dulu bersiaga di kawasan tersebut.

Selain armada laut, ratusan personel pasukan khusus seperti Navy SEALs dan Army Rangers telah tiba untuk operasi darat terbatas. (Sumber : YouTube Bangka Pos Official)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved