Kamis, 16 April 2026

Video

Video : Yoel Chaidir Sulap Ranting Kayu Jadi Miniatur Rumah Adat Pelideh

Yoel Chaidir, perajin asal Bangka Selatan, mengolah ranting kayu menjadi miniatur rumah adat Pelideh dengan detail tinggi.

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri

Ringkasan Berita:Dengan ketelatenan tinggi, Yoel Chaidir mengubah ranting kayu menjadi miniatur rumah adat Pelideh. Karyanya menjadi simbol kecintaan terhadap budaya lokal.

 

BANGKAPOS.COM--Di sebuah sudut tenang di Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, seorang perajin tekun menghidupkan karya seni dari bahan sederhana.

Dialah Yoel Chaidir, yang mengubah ranting kayu menjadi miniatur rumah adat penuh detail.

Di belakang rumahnya yang sederhana, Yoel duduk membungkuk di depan meja kayu.

Penerangan lampu temaram menjadi saksi bagaimana tangannya bekerja dengan penuh ketelitian.

Di sekelilingnya, serpihan kayu berserakan sebagian masih kasar, sebagian lainnya telah berubah menjadi potongan kecil yang perlahan membentuk sebuah karya.

Suasana sunyi hanya diiringi suara alam, seolah menjadi latar alami bagi proses kreatif yang berlangsung.

Dengan sebuah pisau cutter di tangan, Yoel memotong ranting kayu yang telah dipilihnya dengan cermat.

Setiap gerakan dilakukan perlahan, penuh perhitungan.

Ujung pisau mengikis kayu sedikit demi sedikit hingga menghasilkan potongan presisi.

Baginya, satu kesalahan kecil saja bisa merusak keseluruhan bentuk miniatur yang sedang ia bangun.

Sesekali, ia berhenti sejenak. Matanya menatap hasil potongan dengan saksama, memastikan setiap detail sesuai dengan bayangan yang ada di benaknya, sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya.

Dari tangan terampilnya, ranting-ranting kecil itu disusun menjadi bagian demi bagian ornamen.

Salah satu detail yang mencuri perhatian adalah sangkar burung kecil yang menjadi pelengkap miniatur rumah adat Pelideh.

Dengan jemari yang dipenuhi sisa lem, Yoel menempelkan setiap potongan kayu dengan hati-hati. Proses ini dilakukan nyaris seperti sebuah ritual—perlahan, telaten, dan penuh kesabaran.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved