Kamis, 16 April 2026

Video

Video : Kapal Rusia Mendadak Sandar di Israel, Ukraina Murka

Video : Kapal Rusia Mendadak Sandar di Israel, Ukraina Marah, Ternyata Bawa Gandum

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM - Situasi geopolitik dunia kembali memanas setelah sebuah kapal Rusia dilaporkan tiba secara mendadak di Pelabuhan Haifa, Israel. Insiden ini memicu kemarahan besar dari pihak Ukraina dan terjadi di tengah kegagalan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Kehadiran kapal Rusia di wilayah Israel tersebut memicu reaksi keras dari Kyiv. Ukraina menduga kapal tersebut membawa gandum yang diambil secara ilegal dari wilayah mereka yang kini diduduki oleh Moskow. Kedutaan Besar Ukraina di Israel menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak otoritas Israel untuk memberikan klarifikasi mengapa mereka mengizinkan kapal tersebut transit, yang dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, dilaporkan telah menghubungi Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, untuk mendesak penangkapan kapal tersebut agar Israel tidak dijadikan titik transit aktivitas ilegal.

Di sisi lain, Amerika Serikat di bawah arahan Donald Trump mengambil langkah ekstrem dengan menghentikan sepenuhnya aktivitas perdagangan maritim Iran melalui blokade militer di Selat Hormuz. Laksamana Brad Cooper dari Komando Pusat AS mengklaim bahwa dalam waktu kurang dari 36 jam, seluruh jalur ekonomi laut Teheran berhasil ditutup total. Meski demikian, Trump tetap mengisyaratkan adanya peluang negosiasi lanjutan yang kemungkinan akan digelar di Pakistan dalam waktu dekat.

Merespons tekanan AS terhadap Iran dan sekutunya, Rusia menyatakan kesiapannya untuk membantu China yang terdampak blokade energi di Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menegaskan bahwa Moskow tidak ragu untuk menutupi kekurangan sumber daya energi bagi Beijing.

Hubungan bilateral ini pun semakin diperkuat dengan rencana kunjungan Presiden Vladimir Putin ke China dalam waktu dekat untuk membahas konflik Timur Tengah dan Ukraina. (Sumber : YouTube Bangka Pos Official)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved